Jakarta -

Beberapa bahan dapur ternyata berpotensi membantu menjaga kesehatan hati dan mengurangi penumpukan lemak. Mulai dari jahe hingga kunyit.

Lemak yang menumpuk di hati bisa mengganggu kesehatan jika dibiarkan. Selain menjaga pola makan, beberapa bahan dapur ternyata berpotensi membantu menjaga kesehatan hati.

Bahan-bahan ini mudah ditemukan dan bisa diolah menjadi berbagai hidangan. Mulai dari kunyit, jahe, teh hijau, bawang, hingga saffron punya potensi manfaat untuk hati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut ahli gizi Steven Goldberg, MD, MBA, dan Dr. Tobb Jelsin, sejumlah bahan dapur tersebut berpotensi mengurangi lemak hati.

Dikutip dari Woman's World (12/8) berikut 5 bahan dapur tersebut.

1. Kunyit

8 Resep Jamu Sehat ala Gen Z untuk Menu Party 'Open Table Jamu' yang ViralKunyit. Ilustrasi Foto: azerbaijan_stockers/Freepik

Studi kecil pada manusia menemukan kurkumin pada kunyit berpotensi membantu mengurangi lemak hati. Kurkumin juga disebut dapat membantu memperbaiki kadar kolesterol dan enzim hati.

"Padukan kunyit dengan lada hitam dan sedikit lemak sehat agar penyerapannya lebih baik," kata ahli gizi Dr. Goldberg. Kunyit bisa ditambahkan ke sup, kari, atau susu hangat.

Dr. Tobb menyebut 1-3 gram bubuk kunyit per hari melalui makanan merupakan jumlah yang baik bagi kebanyakan orang dewasa. Namun, sebaiknya tetap dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang.

2. Jahe

Penelitian pada hewan menunjukkan jahe berpotensi membantu mengatur jumlah lemak yang tersimpan di hati. Namun, manfaat ini masih perlu diteliti lebih lanjut pada manusia.

"Gunakan jahe segar parut dalam teh, tumisan, atau saus dressing," tutur Dr. Goldberg. Konsumsi 2-4 gram jahe segar per hari dinilai masih wajar bagi kebanyakan orang.

Sementara Dr. Tobb mengingatkan konsumsi jahe berlebihan dapat memicu mulas atau gangguan pencernaan. Jadi, konsumsinya perlu batasan agar tidak berlebihan.


3. Teh Hijau

8 Minuman Ampuh Bantu Turunkan Kolesterol Pasca Kalap Makan saat LebaranTeh Hijau Foto: Getty Images/iStockphoto/kuppa_rock

Teh hijau mengandung antioksidan katekin yang berpotensi membantu mengurangi penumpukan lemak dan peradangan pada hati, menurut Dr. Goldberg.

“Minum 2-3 cangkir teh hijau tanpa gula setiap hari sebagai pengganti minuman manis,” kata Dr. Goldberg. Ia menyarankan menghindari suplemen ekstrak teh hijau dosis tinggi.

Ekstrak teh hijau dosis tinggi, pernah dikaitkan dengan gangguan hati. Karena itu, konsumsi teh hijau dalam bentuk minuman lebih disarankan daripada suplemen dosis tinggi.

4. Bawang Putih dan Bawang Merah

Studi di laboratorium dan pada hewan menunjukkan bawang putih serta bawang bombay berpotensi membantu tubuh mengolah lemak lebih efektif.

Keduanya juga dapat membantu mengurangi peradangan pada hati dengan memproses lemak lebih efektif.

Meski begitu, manfaat tersebut masih berdasarkan penelitian laboratorium dan hewan. Artinya, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efeknya pada kesehatan hati manusia.

5. Saffron

Ini 5 Makanan Paling Langka di Dunia, Daging Kobe hingga SaffronSaffron Ilustrasi Foto: Ilustrasi/Site

Studi terbaru pada tikus menunjukkan senyawa Crocin II dalam saffron berpotensi mengurangi lemak di hati.

“Crocin II dapat membantu hati menyimpan lebih sedikit lemak dan membuangnya lebih efisien,” jelas Dr. Goldberg.

Senyawa ini juga disebut berpotensi menurunkan kadar lemak di darah dan hati. Dr. Goldberg menyarankan saffron dicampur ke nasi, sup, semur, hingga teh.

Halaman 2 dari 2

Simak Video "Melawan Dampak Buruk Polusi Udara dengan Teh Hijau"
[Gambas:Video 20detik] (raf/adr)