AKURAT.CO Korea Utara mengecam latihan militer gabungan Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang yang berlangsung selama lima hari. Pyongyang menilai latihan tersebut sebagai bentuk provokasi militer Washington yang semakin meningkat di Semenanjung Korea.

Latihan bertajuk Freedom Edge itu merupakan pelaksanaan keempat dan dimulai melalui upacara pembukaan di Pangkalan Udara Yokota, Jepang. Menurut Komando Pasifik AS, latihan berlangsung hingga Jumat dan melibatkan operasi di perairan serta wilayah udara internasional di selatan Korea Selatan, termasuk sejumlah instalasi militer dan pos komando di Jepang.

Freedom Edge dirancang untuk meningkatkan kemampuan kerja sama militer ketiga negara, mencakup operasi udara, maritim dan siber. Latihan tersebut juga melibatkan sistem pertahanan udara dan rudal terintegrasi. Korea Selatan menyebut kegiatan itu bersifat defensif untuk memperkuat kemampuan pencegahan dan respons terhadap ancaman nuklir serta rudal Korea Utara.

Namun, Pyongyang memiliki pandangan berbeda. Kementerian Pertahanan Korea Utara menuding AS dan sekutunya melakukan “provokasi militer” yang dapat meningkatkan ketegangan serta membuka kemungkinan terjadinya konflik di Semenanjung Korea.

Menteri Pertahanan Korea Utara Kim Song-ji menyampaikan peringatan keras terhadap apa yang disebutnya sebagai langkah sembrono AS dan negara-negara sekutunya. Menurut laporan kantor berita KCNA, Pyongyang memperingatkan adanya konsekuensi dari latihan tersebut dan menegaskan tidak akan mengubah kebijakannya untuk menghadapi permusuhan AS dengan sikap paling keras.

Latihan Freedom Edge berlangsung hanya beberapa pekan setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan telah memerintahkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk mengurangi secara signifikan latihan militer bilateral AS-Korea Selatan yang sebelumnya direncanakan. Trump menyebut biaya latihan dan hubungannya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sebagai salah satu pertimbangan.

Trump sebelumnya juga menilai latihan militer AS-Korea Selatan mengirimkan sinyal yang “tidak pantas dan bermusuhan” kepada Pyongyang. Meski demikian, latihan trilateral AS, Korea Selatan dan Jepang tetap berlangsung, menunjukkan bahwa kerja sama keamanan ketiga negara di kawasan masih menjadi bagian penting dari strategi menghadapi ancaman Korea Utara.

Sumber: TRTWorld