KP2MI ungkap opsi, kuota sektor kerja Program SMK Go Global tahun ini
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mengungkapkan detail jumlah kebutuhan tenaga kerja, bidang kerja, hingga opsi profesi yang dapat dipilih oleh para pendaftar Program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Go Global 2026.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengatakan dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa, bahwa program tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk membangun ekosistem penyiapan tenaga kerja yang terhubung langsung dengan kebutuhan pasar kerja internasional.
Para peserta dapat mendaftar di sektor jasa pelayanan (hospitality) untuk penempatan di Turki, Malaysia, Maladewa, Kuwait, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, hingga kawasan Eropa Timur.
Sektor tersebut membutuhkan 14.140 pekerja dengan kompetensi sebagai terapis spa, housekeeping, petugas kebersihan, pramusaji, barista, dan juru masak.
Sementara itu, sektor kesehatan membuka pendaftaran untuk 12.780 orang sebagai pengasuh, perawat, perawat lansia, dan petugas panti jompo, dengan tujuan penempatan antara lain Jepang, Belanda, Singapura, Taiwan, dan Jerman.
Kesempatan kerja juga terbuka bagi 6.400 orang di sektor manufaktur dengan kompetensi dalam bidang pengelasan, percetakan, dan operasi produksi di Korea Selatan, Qatar, dan Taiwan.
Sektor selanjutnya yang dapat dipilih oleh para peserta adalah agrikultur dengan kuota 4.300 orang untuk bidang perkebunan sawit, peternakan, budidaya perikanan, kehutanan, dan pertanian di Malaysia, Taiwan, dan Jepang.
Para pendaftar yang memiliki kompetensi berbahasa Inggris, Jepang, Jerman, Mandarin, dan Korea dapat memilih sektor pelatihan bahasa yang membuka lowongan bagi 1.700 orang.
Sedangkan sektor konstruksi tercatat membutuhkan 400 orang sebagai pekerja konstruksi; sektor pelayaran dan kelautan sebanyak 220 orang sebagai nelayan dan anak buah kapal niaga; serta sektor transportasi sebanyak 60 orang sebagai sopir, juru mudi bus, dan pengemudi truk.
Mukhtarudin menyatakan, pemetaan opsi bidang kerja tersebut disusun berdasarkan kebutuhan aktual di lapangan agar peserta yang mengikuti pelatihan memiliki kompetensi yang relevan dengan permintaan tenaga kerja di negara tujuan.
Ia juga berharap penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang lebih terarah melalui program SMK Go Global tersebut dapat menekan jumlah tenaga kerja yang berangkat ke luar negeri melalui jalur tidak resmi.
“Dengan peningkatan kapasitas sejak tahap persiapan, pemerintah berharap semakin banyak calon Pekerja Migran yang dapat bekerja melalui prosedur yang resmi, memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja, serta mampu meningkatkan kesejahteraan dirinya dan keluarganya,” ucapnya.
Pendaftaran Program SMK Go Global 2026 dibuka pada 12-16 Agustus. Peserta dapat mendaftar melalui tautan https://linktr.ee/smkgoglobal atau dengan memindai barcode pada unggahan akun Instagram resmi KP2MI @kemenp2mi.
Baca juga: KP2MI buka pendaftaran 40 ribu peserta SMK Go Global hingga 16 Agustus
Baca juga: KP2MI-IOM siapkan pembaruan kerja sama pelindungan pekerja migran
Baca juga: Wakil Ketua DPR minta pekerja migran Lombok tetap tempuh jalur resmi
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.