Jakarta (ANTARA) - Kapal induk Giuseppe Garibaldi yang akan berganti nama menjadi KRI Gajah Mada dijadwalkan tampil perdana pada HUT ke-81 TNI pada Oktober 2026 sebagai unsur parade lintas laut (sailing pass).

Kapal tersebut juga akan difungsikan sebagai kapal bagi tamu sangat penting (very very important person/VVIP).

"Sesuai rencana awal, Garibaldi rencananya akan dilibatkan sebagai salah satu unsur 'sailing pass' dalam rangka HUT TNI ke-81," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Selasa.

Tunggul mengatakan kapal induk tersebut akan tampil bersama sejumlah armada TNI AL dalam rangkaian parade alat utama sistem senjata (alutsista).

Giuseppe Garibaldi juga direncanakan menjadi kapal VVIP bagi tamu penting, termasuk Presiden, jajaran menteri, dan pejabat TNI saat berlangsungnya parade alutsista laut.

Namun, Tunggul belum menjelaskan secara rinci konsep parade alutsista laut maupun lokasi 'sailing pass' pada peringatan HUT ke-81 TNI tersebut.

Giuseppe Garibaldi saat ini sedang dalam pelayaran dari Italia menuju Indonesia dan dijadwalkan tiba pada pertengahan September 2026.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali sebelumnya mengatakan kapal tersebut diperkirakan tiba di Indonesia pada 15-20 September.

"Kami mohon doanya, malam ini mungkin jam 22, KRI Gajah Mada akan meninggalkan Italia menuju Indonesia," kata Ali saat mengunjungi Kraton Majapahit di Jakarta, Senin (24/8).

Selama perjalanan menuju Indonesia, kapal tersebut masih bernama ITS Giuseppe Garibaldi dan berbendera Italia.

Setibanya di Indonesia, kapal yang diperoleh melalui skema hibah antarpemerintah itu akan berganti bendera menjadi Merah Putih dan diberi nama KRI Gajah Mada.

"Namanya masih ITS Garibaldi, masih berbendera Italia. Tapi, sesampainya di Indonesia akan berganti bendera Merah Putih dan menjadi KRI Gajah Mada. Mohon doanya, semoga selamat dalam perjalanan, sukses," ujar Ali.

Menurut Ali, kapal tersebut akan menempuh perjalanan lebih dari 20 hari dengan melintasi Terusan Suez dan Laut Merah serta mendapat pengawalan kapal perang Italia.

"Karena ini akan melewati Terusan Suez, melewati Laut Merah juga, tapi dikawal juga oleh fregat-fregat Italia. Dan mudah-mudahan tanggal 15 atau tanggal 20 September ini sudah tiba di Indonesia," katanya.

Ali mengatakan pengukuhan dan pergantian bendera menjadi bendera Indonesia direncanakan pada 25 September 2026 dan dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

"Tanggal 25 bisa pengukuhan atau pergantian bendera menjadi bendera Indonesia dan penggantian nama dari Garibaldi menjadi Gajah Mada. Rencananya Bapak Presiden akan ikut meresmikan. Hadir di 'on-board' di kapal induk Gajah Mada," katanya.

Ali sebelumnya juga mengatakan kapal tersebut nantinya dapat digunakan untuk mengoperasikan helikopter TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, maupun TNI Angkatan Darat.

TNI AL juga akan menyiapkan pelatihan bagi para pilot agar dapat melakukan pendaratan di kapal tersebut.

Baca juga: TNI AL pastikan pangkalan kapal induk di Lampung siap sambut Garibaldi

Baca juga: Pembangunan Infrastruktur kapal induk dipastikan selesai tepat waktu

Baca juga: Kapal induk Giuseppe Garibaldi, babak baru pertahanan maritim RI

Pewarta: Walda Marison
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.