Bagikan:

JAKARTA - Krisis di Timur Tengah memperburuk kinerja keuangan Austrian Airlines secara signifikan, Maskapai mengalami kerugian operasional yang meningkat lebih dari dua kali lipat pada paruh pertama tahun ini.

"Konflik yang berkaitan dengan Iran sangat berdampak terhadap kami akibat lonjakan tajam biaya bahan bakar jet serta keharusan membatalkan sejumlah rute. Kenaikan harga tiket hanya mampu mengimbangi sebagian dari dampak finansial tersebut hingga Juni," kata CEO Austrian Airlines Annette Mann dilansir ANTARA dari Sputnik, Rabu, 5 Agustus.

Pernyataan itumenyebutkan kerugian operasional maskapai meningkat sebesar 50 juta euro (Rp1 triliun) menjadi total 93 juta euro (Rp1,9 triliun) pada paruh pertama 2026 akibat krisis di Timur Tengah.

Biaya bahan bakar meningkat lebih dari 60 juta euro (Rp1,2 triliun) dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun telah dilakukan strategi lindung nilai. Sementara itu, pembatalan paksa penerbangan menuju Amman, Erbil, Tel Aviv, dan Teheran menyebabkan kerugian tambahan senilai puluhan juta euro.

Mann menyebut pihak maskapai telah mengambil sejumlah langkah internal untuk meminimalkan dampak ekonomi jangka pendek semaksimal mungkin, sembari tetap mempertahankan rencana investasi jangka panjang.

BACA JUGA:


Maskapai itu mengumumkan akan menghentikan penerbangan antara Wina dan Graz- ibu kota negara bagian Styria sekaligus kota terbesar kedua di Austria- mulai jadwal musim dingin, menyusul kinerja keuangan yang lemah selama bertahun-tahun.

Penerbangan menuju Tbilisi (Georgia), Keflavik (Islandia), dan Porto (Portugal) akan ditangguhkan, sementara sejumlah jadwal menginap bagi pesawat dan awak di Klagenfurt, Kopenhagen, Warsawa, dan Krakow akan dibatalkan.

Terlepas dari situasi sulit tersebut, maskapai tetap memperkirakan akan menutup tahun dengan hasil keuangan positif berkat peningkatan efisiensi serta penerusan sebagian kenaikan biaya ke dalam harga tiket.

Austrian Airlines merupakan bagian dari Lufthansa Group asal Jerman, yang pada April memutuskan memangkas 20.000 penerbangan jarak pendek hingga Oktober sebagai langkah menghadapi tingginya biaya bahan bakar penerbangan.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+