Krisjiana

Perbesar

Krisjiana pakai kaos putih © instagram.com/krisjianabah

Jadi intinya...

  • Krisjiana alami gangguan kecemasan parah karena takut istri/anak tak mandiri jika ia tiada.
  • Rutinitas kerja terbatas dan kurang interaksi sosial memperburuk stres, merusak pola tidur.
  • Kondisi psikologisnya membaik setelah terapi psikiater dan dukungan istri, mengurangi tekanan kerja.

Liputan6.com, Jakarta - Kehidupan rumah tangga Krisjiana Baharudin dan Siti Badriah tidak selalu berjalan mulus tanpa tantangan psikologis. Krisjiana secara terbuka menceritakan pengalamannya saat mengalami gangguan kecemasan parah hingga harus mendatangi psikiater.

Ketakutan berlebihan akan nasib istri dan anaknya jika dirinya meninggal dunia menjadi pemicu utama stres yang dialaminya. Aktor berusia 32 tahun ini mengaku memikul seluruh urusan rumah tangga seorang diri, mulai dari finansial hingga biaya operasional harian.

"Mungkin waktu konsul ke psikiater itu kan aku ketakutannya adalah kalau misalnya aku mati nantinya, kayaknya istri dan anak aku enggak bisa mendapatkan fasilitas apa yang sudah aku berikan saat ini," papar Krisjiana saat ditemui di Mandaya Royal Hospital Puri, Rabu (16/9/2026).

"Dan pikiran kalau misalnya apa-apa sekarang listrik segala macam, daya listrik segala macam, pokoknya semualah pekerjaan rumah, pekerjaan yang harus dibayar kan aku yang ngurusin semuanya. Kalau misalnya aku mati, kayaknya Siti enggak akan bisa untuk berdiri sendiri gitu," sambungnya.

Krisjiana Sempat Merasa Terkekang dengan Rutinitas

Krisjiana

Perbesar

Krisjiana pakai baju coklat © instagram.com/krisjianabah

Sebagai sosok berkepribadian ekstrover, Krisjiana merasa sangat terkekang saat rutinitas kerjanya hanya berpusat di dalam rumah dan kantor terdekat. Minimnya interaksi sosial membuat pola tidurnya rusak parah hingga hanya mampu terlelap selama dua jam setiap hari.

"Jadi aku benar-benar kayak tidur jam 7 bangun jam 9, tidur jam 7 bangun jam 9, itu enggak sehat kan. Aku langsung dokter konsultasi, 'Aduh Pak, ini saya baru pertama lihat konsultasi kayak gini, biasanya masalah ini masalah ibu rumah tangga," katanya.

"Ini ada di bapak rumah tangga.' 'Ya saya juga enggak tahu Dok, tolong saya Dok, saya pengin tidur.' Dikasih obat tidur, obat penenang, itu doang sih," sambung Krisjiana.

Berjuang Melawan Insomnia

Siti Badriah mengaku sangat sedih melihat kondisi sang suami yang harus berjuang keras melawan insomnia demi mencukupi kebutuhan keluarga. Ia mendukung penuh langkah suaminya mencari bantuan profesional medis agar kesehatan mentalnya segera pulih.

"Iya, sedih lah pasti ngelihat dia stres, dia enggak bisa tidur. Aku udah pada tidur sampai aku kadang-kadang suka kebangun di jam 3 dia belum tidur gitu, padahal jam 7 aku udah bangun dia baru tidur gitu kayak, 'Hah, kok laki gua kayak gini?' gitu. Makanya aku setuju kalau dia ke psikiater buat minta obat buat tidur, ya alhamdulillah ketika ada obatnya dia bisa lebih enak lah sekarang," ujar Siti Badriah.

Krisjiana menambahkan bahwa saat ini kondisi psikologisnya sudah jauh lebih stabil setelah menjalani terapi pengobatan selama tiga bulan. Ia mulai belajar mengurangi tekanan target kerja harian agar bisa menjalani hidup dengan lebih tenang bersama keluarga tercinta.

"Udah lebih baik, udah enggak terlalu mikirin ke sana-sana, dan aku juga pun membatasi untuk tekanan live itu kan besar ya. Kita harus target, harus kayak segala macam, mungkin tekanannya itu aku kurangi. Jadi enggak terlalu tiap hari banget lah buat aku cari uang," pungkas Krisjiana.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Jule Akan Jalani Rehabilitasi Usai Tertangkap Miliki Vape Etomidate