Medan (ANTARA) - PT Angkasa Pura Aviasi selaku pengelola Bandara Internasional Kualanamu memprioritaskan keselamatan di tengah penyesuaian operasional penerbangan akibat erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

"Aktivitas erupsi Gunung Sinabung, Senin (31/8), berdampak terhadap operasional sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu," kata Plt Director of Operation and Services PT Angkasa Pura Aviasi Dedy Sri Cahyono di Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa.

Dampak sebaran abu vulkanik Gunung Sinabung, lanjut dia, telah menyebabkan sejumlah maskapai penerbangan melakukan penyesuaian operasional berupa keterlambatan.

Selain itu, adanya perubahan jadwal penerbangan hingga pembatalan penerbangan, baik rute domestik dan internasional dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.

Baca juga: Dua penerbangan Banda Aceh-Medan terdampak erupsi Gunung Sinabung

"Data sementara hingga hari ini tercatat ada 21 penerbangan dari dan menuju Kualanamu dibatalkan, sejumlah penerbangan lainnya mengalami keterlambatan, dan penyesuaian jadwal," paparnya.

Jumlah penerbangan terdampak ini, jelas dia, masih bersifat dinamis atas kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Sinabung, serta keputusan operasional masing-masing maskapai penerbangan.

Selain itu, AirNav Indonesia menerbitkan notice to airmen atau NOTAM A3250/26 menginformasikan penutupan sementara Bandara Internasional Kualanamu sebagai antisipasi keselamatan penerbangan.

"Terhitung hari ini Kualanamu ditutup sementara mulai pukul 10.50 WIB hingga pukul 12.45 WIB, akibat dampak abu vulkanik Sinabung. Informasi ini bersifat dinamis, dan bisa diperbarui menyesuaikan perkembangan kondisi terkini," ucap Dedy.

PT Angkasa Pura Aviasi bersama seluruh pemangku kepentingan terkait juga terus melakukan koordinasi dan pemantauan secara intensif perkembangan kondisi di lapangan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap keputusan operasional penerbangan tetap mengacu pada aspek keselamatan dan keamanan.

"Kami mengimbau calon penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dari dan menuju Kualanamu secara berkala memastikan status penerbangannya melalui kanal informasi resmi maskapai," tutur Dedy.

Baca juga: Penumpang penerbangan tertunda di Bandara SIM sudah diberangkatkan

Baca juga: Gunung Sinabung kembali meletus, ini wilayah yang perlu diwaspadai

Pewarta: Muhammad Said
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.