Kunjungan ke TWA Gunung Papandayan turun dampak fenomena Blue Fire
Yang biasanya 'weekend' itu kita bisa mencapai 2.000 (pengunjung), ini 500 saja susah
Garut (ANTARA) - Tingkat kunjungan ke Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengalami penurunan dampak fenomena alam Blue Fire yang terjadi di kawah gunung aktif tersebut.
"Yang biasanya 'weekend' itu kita bisa mencapai 2.000 (pengunjung), ini 500 saja susah," kata Manajer Operasional TWA Gunung Papandayan, Amin Kaban di TWA Papandayan, Minggu.
Ia menuturkan Gunung Papandayan pada momentum libur akhir pekan selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah yang berwisata melakukan pendakian maupun berkemah.
Namun adanya fenomena alam Blue Fire di kawasan kawah Gunung Papandayan, kata dia, menyebabkan kunjungan menurun karena jalur pendakian ditutup sementara untuk menjaga keamanan pengunjung.
"Yang ke Papandayan kita berlakukan penutupan sementara, di penutupan sementara itu ke jalur pendakian ataupun 'tracking'," katanya.
Ia menyampaikan pengunjung masih bisa menikmati keindahan TWA Gunung Papandayan di zona aman seperti area parkir kendaraan dan daerah sekitarnya.
Kawasan aman itu, lanjut dia, terdapat fasilitas yang bisa dinikmati pengunjung seperti menara pandang, taman bunga edelweis, kolam terapi air hangat alami.
"Jadi, masih bisa datang ke TWA Gunung Papandayan, tapi hanya sampai di parkiran, di situ ada edelweis, juga ada kolam terapi," katanya.
Baca juga: BPBD Garut: Tim Geologi analisis fenomena di Gunung Papandayan
Baca juga: Badan Geologi periksa fenomena api biru di kawah Gunung Papandayan
Terkait perkembangan fenomena Blue Fire tersebut, kata dia, saat ini secara pantauan langsung tidak terlihat lagi di kawasan kawah Gunung Papandayan.
Meski begitu, kata dia, pihaknya tetap menunggu arahan dari Badan Geologi terkait bagaimana perkembangan kondisi kawah, dan keamanan bagi pengunjung TWA Gunung Papandayan.
"Di hari Minggu tanggal 28 memang sudah aman, kalau secara kasat mata yang ada Blue Fire kemarin itu tidak kelihatan lagi, tapi kita tetap menunggu arahan dari vulkanologi terkait untuk penyekatan ataupun penahanan untuk wisata," katanya.
Sebelumnya, pada 23 September 2026 terlihat muncul api berwarna biru di kawasan kawah gunung yang kemudian disebut sebagai fenomena alam Blue Fire.
Selanjutnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan pengelola TWA Gunung Papandayan melakukan pengecekan untuk memastikan keamanan gunung bagi wisatawan dan masyarakat setempat.
Fenomena alam di kawah tersebut kemudian terpantau mengecil, sampai akhirnya saat ini sudah tidak terlihat lagi adanya fenomena tersebut.
Baca juga: Ribuan wisatawan kunjungi Gunung Papandayan di Garut
Baca juga: Kilatan Gunung Guntur & Papandayan, BPBD: Itu hanya fenomena alam
Pewarta: Feri Purnama
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.