Jakarta (ANTARA) - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (kode saham: BMRI) membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp30,4 triliun per akhir Juni 2026 atau tumbuh 24,4 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Adapun laba bersih secara bank only tercatat sebesar Rp28,5 triliun per akhir Juni 2026, tumbuh 25 persen (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp22,8 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan dalam Paparan Kinerja secara daring di Jakarta, Kamis, menyampaikan bahwa komitmen perseroan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional tercermin dari sinergi yang secara konsisten berkontribusi positif.

Hingga akhir kuartal II tahun 2026, total kredit Bank Mandiri secara bank only mencapai Rp1.592 triliun atau tumbuh 19,9 persen (yoy). Menurut catatan perseroan, pertumbuhan ini hampir dua kali dibandingkan tingkat pertumbuhan industri.

Baca juga: Laba BSI tumbuh 16,73 persen capai Rp3,39 triliun per Mei 2026

Pada ekosistem pemerintahan dan BUMN, penyaluran kredit tercatat sebesar Rp489 triliun per Juni 2026 atau tumbuh 41,6 persen (yoy) melalui pembiayaan proyek strategis, infrastruktur, energi, pertahanan, hingga layanan publik.

Sementara pada ekosistem UMKM kerakyatan, penyaluran kredit usaha mikro tumbuh 15,7 persen (yoy) menjadi Rp31,3 triliun. Capaian ini, catat perseroan, memberikan akses pembiayaan yang inklusif dan berkualitas secara merata bagi individu, keluarga, masyarakat produktif, dan UMKM.

Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri juga menunjukkan kinerja yang solid dengan pertumbuhan 17,1 persen (yoy) sehingga mencapai Rp1.710 triliun. Riduan mengatakan, hal ini menunjukkan bahwa perseroan mampu menjaga kepercayaan nasabah dan menghasilkan pengelolaan likuiditas yang stabil dan berkelanjutan.

Total aset Bank Mandiri secara bank only tumbuh 19,1 persen (yoy) mencapai Rp2.349,19 triliun hingga akhir kuartal II 2026.

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.