Zainal Hasan

| 6 Agustus 2026, 13:03 WIB

Lagi, Erick Thohir Tegaskan Dukungan PSSI Untuk Gianni Infantino

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir (kanan), dan Sekjen PSSI, Yunus Nusi (kiri), berjalan ke ruangan Kongres Biasa PSSI 2026 di Jakarta, Senin (3/8/2026). ANTARA/Fauzan

AKURAT.CO, PSSI menyatakan dukungan penuh terhadap keberlanjutan kepemimpinan Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA.

PSSI menilai berbagai program yang dijalankan FIFA selama kepemimpinan Infantino telah memberikan dampak nyata bagi perkembangan sepakbola Indonesia.

PSSI menyebut komitmen FIFA tidak hanya berfokus pada pengembangan sepakbola dunia secara umum, tetapi juga memperkuat seluruh asosiasi anggota. Indonesia menjadi salah satu negara yang merasakan manfaat dari berbagai inisiatif tersebut.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan transformasi sepak bola nasional dalam beberapa tahun terakhir tidak terlepas dari dukungan FIFA. Menurutnya, hubungan FIFA dan Indonesia telah berkembang menjadi kemitraan strategis.

"Bagi Indonesia, FIFA di bawah kepemimpinan Gianni Infantino bukan sekadar badan pengatur global, melainkan mitra strategis yang hadir secara riil dalam pembangunan sepak bola kita. Tanpa dukungan FIFA, lompatan kemajuan yang kita capai hari ini akan sulit terwujud," ujar Erick Thohir di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Salah satu bentuk dukungan FIFA diwujudkan melalui pembangunan National Training Centre (NTC) di Ibu Kota Nusantara (IKN). Fasilitas tersebut dibangun melalui pendanaan FIFA Forward senilai 5,4 juta Dolar Amerika Serikat untuk tahap pertama di atas lahan seluas 34,5 hektare.

https://www.akurat.co/bola/879641/erick-thohir-tegaskan-pssi-resmi-dukung-gianni-infantino-sebagai-presiden-fifa-periode-berikut

Selain pembangunan infrastruktur, FIFA juga menunjuk Jakarta sebagai FIFA Hub untuk kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur. Kesepakatan Host Country Agreement yang ditandatangani pada Juni 2025 menjadikan Indonesia sebagai pusat operasional FIFA yang melayani 21 asosiasi anggota di kawasan tersebut.

Erick menilai langkah tersebut menunjukkan komitmen FIFA dalam pemerataan pengembangan sepakbola. Ia menyebut visi Gianni Infantino tidak hanya berorientasi pada negara-negara besar.

"Ini membuktikan visi Presiden Infantino bahwa pertumbuhan sepakbola tidak boleh terpusat di satu wilayah saja, melainkan harus merata di seluruh dunia," tambah Erick.

PSSI juga menyoroti sejumlah program FIFA yang telah dijalankan di Indonesia. Program tersebut antara lain FIFA Talent Development Scheme, FIFA Football for Schools, serta FIFA Arena yang mulai membangun lapangan mini di berbagai daerah.

Menurut PSSI, berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan sepakbola usia dini hingga pengembangan akar rumput. Hal itu dinilai menjadi fondasi penting bagi peningkatan kualitas sepak bola nasional.

Menjelang Kongres FIFA yang dijadwalkan berlangsung di Maroko pada 18 Maret 2027, PSSI menegaskan dukungannya terhadap pencalonan kembali Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA.