Lampung Selatan buka peluang pemuda kembangkan ekonomi hijau
Lampung Selatan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, membuka peluang bagi pemuda mengembangkan usaha berbasis lingkungan melalui Program Green Pro guna mendorong pertumbuhan ekonomi hijau dan kemandirian masyarakat desa.
Penguatan Program Green PRO dilakukan melalui Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Review Modul Tahun 2026 yang digelar Paluma Nusantara bersama para mitra pembangunan di Aula Rimau Kantor Bappeda Lampung Selatan, Selasa.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto di Kalianda, Selasa, mengatakan pengembangan ekonomi hijau memiliki relevansi dengan arah pembangunan daerah karena dapat mempertemukan potensi desa dengan kreativitas dan kemampuan kaum muda.
“Desa memiliki berbagai potensi ekonomi dan sumber daya yang besar. Di sisi lain, kaum muda memiliki kreativitas, energi, serta kemampuan beradaptasi dengan teknologi yang dapat menjadi kekuatan dalam mengembangkan potensi tersebut,” ujarnya.
Menurut dia, potensi tersebut perlu dipertemukan melalui kolaborasi yang melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, kaum muda dan mitra pembangunan.
Ia mengatakan kolaborasi diperlukan agar pengembangan ekonomi hijau tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan karakteristik masing-masing desa.
“Karena itu, RKT dan review modul Green PRO harus menghasilkan rencana kerja yang aplikatif dan mudah diterapkan di lapangan,” katanya.
Dia menegaskan pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam mengembangkan ekonomi hijau di tingkat desa sehingga diperlukan ekosistem kolaborasi antarpemangku kepentingan.
“Pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, kaum muda dan mitra pembangunan harus terus membangun ekosistem kolaborasi yang saling memperkuat,” kata dia.
Sementara itu, Perwakilan Paluma Nusantara Nanang Priyana mengatakan melalui Workshop Penguatan Komitmen dan Kolaborasi untuk Ekonomi Hijau yang Inklusif bagi Kaum Muda pada 8-9 September 2026, menjadi ruang bagi pemerintah daerah, desa, kaum muda, perguruan tinggi, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil dan pemangku kepentingan untuk memperkuat komitmen pengembangan ekonomi hijau yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurut dia, Program Green PRO mencakup sejumlah sektor yang berpotensi dikembangkan menjadi sumber pendapatan hijau, antara lain pemasaran produk secara daring, budidaya lebah trigona, agro-eduwisata, pengolahan hasil pertanian, energi baru terbarukan dan efisiensi energi.
Pengembangan sektor tersebut disesuaikan dengan potensi dan karakteristik masing-masing desa sehingga peluang ekonomi yang dibangun diharapkan relevan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Sejumlah produk hasil pendampingan masyarakat, seperti olahan makanan, kerajinan dari sampah plastik, gantungan kunci, dan tas berbahan limbah sebagai contoh pemanfaatan potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi,” ucap dia.
Di Lampung Selatan, Program Green PRO dilaksanakan di Desa Kunjir Kecamatan Rajabasa, dan Desa Totoharjo Kecamatan Bakauheni, sebagai bagian dari upaya memperluas akses ekonomi kaum muda melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
“Kami berharap kegiatan ini menghasilkan komitmen bersama, mekanisme koordinasi dan kolaborasi, RKT Program Green PRO 2026 yang disepakati dan ditandatangani, serta rekomendasi penyempurnaan modul ekonomi hijau,” ucapnya.
Melalui penguatan tersebut, Green PRO diharapkan dapat memberikan ruang lebih besar bagi kaum muda untuk berinovasi, mengembangkan usaha dan memanfaatkan potensi desa dengan tetap menjaga keberlanjutan lingkungan.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.