Lanal Lampung matangkan kesiapan pangkalan labuh kapal induk
Lanal Lampung matangkan kesiapan pangkalan labuh kapal induk
Senin, 5 Oktober 2026 16:45 WIB
Komandan Lanal Lampung Letkol Laut (P) Irianto Kurniawan dimintai keterangan usai HUT TNI Ke-81, di Bandarlampung, Senin (5/10/2026). (ANTARA/Dian Hadiyatna)
Kesiapan infrastruktur dan fasilitas labuh (faslabuh) guna mendukung kelancaran operasional pangkalan terus dimatangkan
Bandarlampung (ANTARA) - Pangkalan TNI AL (Lanal) Lampung terus mematangkan kesiapan fasilitas labuh dan infrastruktur pangakalan untuk kapal induk.
"Kesiapan infrastruktur dan fasilitas labuh (faslabuh) guna mendukung kelancaran operasional pangkalan terus dimatangkan," kata Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Lampung Letkol Laut (P) Irianto Kurniawan di Bandarlampung, Senin.
Ia pun menyatakan bahwa pembangunan dan penyiapan infrastruktur pangkalan saat ini terus berjalan secara bertahap sesuai dengan fungsi dan tugas pokok pangkalan TNI AL, yakni penerapan fungsi 5R (Rebase, Replenishment, Repair, Refresh, dan Rest and Recreation).
"Sesuai tugas pokok dan fungsi pangkalan, kami fokus menyiapkan dukungan 5R. Mulai dari fasilitas bersandar untuk rebase, dukungan logistik atau replenishment, hingga pemeliharaan dan perbaikan (repair)," kata dia.
Ia menjelaskan, pangkalan berperan vital dalam memberikan dukungan operasional penuh bagi unsur-unsur KRI dan memberikan dukungan teknis di lapangan.
"Terkait peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) KRI itu berada di bawah kewenangan Markas Besar," katanya.
Ia pun menyampaikan bahwa terkait kedatangan kapal induk di Lampung hal tersebut berada di tangan pusat dang mempertimbangkan banyak faktor.
"Namun yang pasti kesiapan sarana dan prasarana terus berjalan, mulai dari kelengkapan bangunan, kesiapan dukungan pasokan listrik, air bersih, hingga prasarana penunjang lainnya itu yang sedang persiapkan. Akses navigasinya juga bagus, agak terlindung juga. Mungkin itu yang jadi pilihan," ungkap Ali.
Ali memastikan Lampung tidak akan menjadi satu-satunya tempat kapal induk bersandar.
Dia memastikan pihaknya telah menyiapkan beberapa pangkalan kapal induk di lokasi lain.
Untuk diketahui, Giuseppe Garibaldi memiliki kesamaan dengan dua KRI baru milik TNI AL, yakni KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321, yang sama-sama dibuat perusahaan asal Italia, Fincantieri.
Kapal induk dengan panjang 180,2 meter itu dilengkapi dengan mesin penggerak super yang dapat menggerakkan kapal dengan kecepatan 30 knot atau 56 kilometer per jam.
Kapal pengangkut pesawat tempur tersebut juga dilengkapi beberapa radar jamming hingga senjata, seperti peluncur Oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat sea sparrow/selenia aspide, Oto Melara Kembar 40L70 DARDO, 324 milimeter tabung torpedo rangkap tiga, dan Otomat Mk 2 SSM
Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.