Kamis, 15 Oktober 2026 - 00:05 WIB

Jakarta, VIVA –  Kondisi Kalimantan Tengah menjadi sorotan setelah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti sejumlah wilayah. Foto dan video yang beredar di media sosial pada Rabu (14/10/2026) menunjukkan kondisi Kota Palangka Raya yang tertutup kabut asap. Langit tampak menguning, sementara jarak pandang berkurang.

Baca Juga

Sejumlah rekaman yang beredar diambil sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB. Dalam video tersebut, langit Palangka Raya terlihat kuning akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi tersebut juga terlihat dalam video yang diunggah akun Threads @dirda_6697. Pengunggah memperlihatkan langit di sekitar tempat tinggalnya yang tampak menguning. Ia juga menyebut kabut asap karhutla membuat jarak pandang di wilayahnya menurun.

Baca Juga

"Tengok asapnya. Blok depan sudah tidak kelihatan ya Allah. Benar nggak sih ini masih di bumi? Astaghfirullah. Matahari nggak ada sama sekali," kata perekam video itu, dikutip Kamis (15/10/2026).

Dalam video lain yang diunggah akun Instagram @emmanuelashinta, terlihat kondisi Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yang diselimuti kabut asap pada Rabu pagi (14/10) sekitar pukul 10.00. Perekam video tampak mengenakan penutup mata dan masker saat memperlihatkan kondisi lingkungan di sekitarnya. 

Baca Juga

"Halo, teman-teman. Saya sedang berada di Kalimantan Tengah dan saat ini baru pukul 10.00 pagi. Video ini tanpa filter. Inilah kondisi sebenarnya yang terjadi di sini saat ini, rasanya seperti berada di dalam ruang penuh gas beracun. Tak ada tempat untuk bersembunyi, tak ada tempat untuk menyelamatkan diri," kata pemilik akun tersebut.

Ia menggambarkan kondisi langit yang gelap dan menguning akibat kabut asap karhutla serta tingginya konsentrasi PM2.5. Ia juga mengatakan bahwa masyarakat yang terdampak kini berjuang untuk bertahan hidup di tengah kondisi tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Langit begitu gelap dan berwarna kuning akibat gas beracun serta tingginya konsentrasi PM2.5. Jadi, jika kalian melihat video ini, ketahuilah bahwa kami di sini sedang berusaha bertahan hidup," kata dia.

Selain menggambarkan kondisi yang dialami warga, pemilik akun tersebut juga mengajak masyarakat Indonesia dan dunia untuk memberikan dukungan berupa donasi guna membangun lebih banyak tempat perlindungan dari kabut asap.

Halaman Selanjutnya

"Kami juga berupaya membangun lebih banyak tempat perlindungan dari kabut asap bagi masyarakat. Jumlahnya memang belum banyak dan belum cukup untuk menampung semua orang di Kalimantan. Namun, setidaknya tempat-tempat ini bisa menyelamatkan nyawa. Karena itu, kami berharap kalian bersedia memberikan dukungan," kata dia.