Muaro Jambi, Jambi (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jambi memperkuat langkah pencegahan dengan menggelar pemeriksaan kesehatan berkala bagi 1.791 warga binaan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah tersebut.

Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkesmaswat) Lapas Kelas II A Jambi Doddy Syukma di Jambi, Kamis, mengatakan langkah ini dilakukan sebagai bentuk deteksi dini serta perlindungan terhadap saluran pernapasan para penghuni lapas di tengah kondisi kualitas udara yang semakin memburuk.

"Saat ini tanda dan gejala yang kami temukan pada warga binaan masih terbatas pada batuk dan flu, belum ada yang mengarah kepada gangguan pernapasan akut," kata Doddy.

Ia menjelaskan seluruh pemeriksaan dilakukan langsung oleh petugas kesehatan lapas, baik kepada warga binaan yang mengeluhkan sakit.

Pengendalian risiko kesehatan ini menjadi perhatian khusus mengingat tingginya jumlah penghuni lapas.

Lanjut dia, selain pemeriksaan secara umum, perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan.

Dari total penghuni, tercatat 33 warga binaan lanjut usia (lansia) turut menjalani pemeriksaan khusus, serta mendapat suplemen tambahan untuk menjaga daya tahan tubuh.

"Prinsipnya melakukan pencegahan, kami mengimbau warga binaan untuk tidak menyepelekan batuk atau flu sekecil apa pun dan segera melapor kepada petugas agar bisa ditangani lebih awal," ungkapnya.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KA KPLP) Lapas Kelas II A Jambi Riko Hamdan menegaskan jajaran pengamanan mendukung langkah medis tersebut karena kesehatan merupakan bagian penting dari stabilitas dan pembinaan di dalam lapas.

"Keamanan dan kesehatan harus berjalan bersama, kami tidak ingin menunggu sampai ada yang mengalami gangguan serius baru bertindak. Pencegahan dilakukan sejak awal, termasuk membagikan masker kepada keluarga pengunjung warga binaan," jelasnya.

Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.