Legislator Jabar menyarankan sampah Pantai Cirebon ditangani dari hulu - ANTARA News Jawa Barat
Cirebon (ANTARA) - Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat Sri Wahyuni Herman menyarankan penanganan sampah di Pantai Kesenden, Kota Cirebon, Jabar, dilakukan secara menyeluruh mulai dari wilayah hulu hingga pesisir untuk mencegah tumpukan sampah terus berulang.
Sri mengatakan sampah yang memenuhi kawasan Pantai Kesenden diduga terbawa aliran Sungai Kedung Pane dari wilayah hulu, sebelum akhirnya tertahan di sekitar muara.
"Sampah dari hulu Sungai Kedungpane terbawa arus menuju hilir dan kemudian tertahan di kawasan pesisir," kata dia dalam keterangan yang terkonfirmasi di Cirebon, Kamis.
Ia menilai pembersihan pantai secara berkala belum cukup, karena sampah dapat kembali menumpuk ketika hujan deras meningkatkan debit sungai dan membawa limbah dari wilayah hulu.
Oleh karena itu, kata dia, pemerintah daerah perlu mengidentifikasi sumber sampah di sepanjang aliran Sungai Kedung Pane agar pengendalian dapat dilakukan sebelum sampah mencapai kawasan pesisir.
"Kalau setiap hujan deras sampah kembali datang, artinya persoalan di sumbernya belum selesai," ujarnya.
Sri mengatakan persoalan sampah di Pantai Kesenden, bukan kejadian baru karena tumpukan serupa telah muncul beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir.
Pihaknya menghimpun data pada 2021, tumpukan sampah di sekitar muara Sungai Kedung Pane dilaporkan membentang hingga sekitar satu kilometer, sedangkan kondisi serupa kembali terjadi pada 2025 dan ditangani lagi oleh Pemkot Cirebon pada Februari 2026.
Selain pengendalian dari hulu, Sri menilai sarana pengelolaan sampah di kawasan pesisir perlu diperkuat agar masyarakat memiliki tempat pembuangan yang memadai.
"Aliran sungai tidak mengenal batas administrasi, sehingga penanganannya juga harus dilakukan secara bersama dari hulu sampai hilir," katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon Fina Amalia Purwantini mengatakan sampah dari Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan terbawa melalui aliran sungai hingga masuk ke wilayah Kota Cirebon dan berpotensi mencemari laut.
Ia mengatakan, pemasangan trash barrier dapat dilakukan di wilayah perbatasan kabupaten dan kota, untuk menahan sampah sebelum masuk ke sungai-sungai di Kota Cirebon.
Fina menuturkan pihaknya telah menyampaikan usulan tersebut kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, sebagai langkah awal penanganan sampah yang berasal dari wilayah hulu.
“Karena tadi sampah-sampah dari kabupaten ini cukup banyak yang masuk ke sungai-sungai yang ada di Kota Cirebon, seperti itu,” ucap dia.
Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.