Legislator Jambi minta satgas investigasi kebakaran di habitat gajah - ANTARA News Jambi
Kota Jambi (ANTARA) - Anggota DPRD Provinsi Jambi Ansori Hasanmeminta satuan tugas penegakan hukum (Satgas Gakkum) melakukan investigasi penyebab kebakaran di area konsesi yang menjadi habitat Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Kabupaten Tebo.
"Kepala daerah bersama aparat penegak hukum (APH) harus turun langsung ke lapangan dan melihat bagaimana kondisi sebenarnya. Kita ingin fakta lapangan yang menjadi dasar dalam mengambil tindakan," kata Ansori Hasan di Jambi, Sabtu.
Ia meminta Satgas Gakkum karhutla melakukan investigasi menyeluruh serta tidak ragu mengevaluasi perizinan jika ditemukan pelanggaran kepatuhan.
Menurut dia, dorongan itu didasari atas peristiwa kebakaran yang menghanguskan ratusan hektare lahan di kawasan konsesi milik perusahaan PT Alam Bukit Tigapuluh (ABT) PT Lestari Asri Jaya (LAJ) dan Tebo Indah di Kecamatan Pemayungan dan Sumay, Kabupaten Tebo.
Selain itu, menindaklanjuti persoalan tersebut, DPRD Provinsi Jambi berencana menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan memanggil manajemen perusahaan terkait secara terbuka.
Sebelumnya, persoalan tersebut juga sempat dibahas dalam RDP tingkat kabupaten atas inisiasi Gerakan Mahasiswa Kabupaten Tebo (Gemakato).
"Karhutla ini kejadian berulang setiap musim kemarau, bukan sesuatu yang tak terduga. Karena itu, sarana, personel, patroli harus benar-benar siap sebelum api muncul," tegas dia.
Sebelumnya, Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II, BKSDA Jambi Martialias Puspito menyampaikan bahwa kebakaran di area penggunaan lain (APL) dj wilayah Semambu (Tebo) merupakan salah satu wilayah jelajah gajah.
BKSDA memastikan peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sana belum mengganggu habitat gajah sumatra.
Untuk memastikan keamanan satwa itu, pihaknya secara berkala akan terus memantau pergerakan gajah liar, termasuk menjalin komunikasi dengan petugas di lapangan.
Dari hasil pemetaan dan studi yang telah dilakukan, pihak BKSDA dan lembaga pemerhati konservasi telah mengidentifikasi ada lima kelompok besar gajah betina di wilayah tersebut.
Kelompok itu telah dipasang kalung pelacak atau GPS di wilayah populasi gajah sumatra bentang alam (lanskap) Bukit Tigapuluh.
Pemasangan GPS collar itu bertujuan untuk lebih memudahkan petugas dalam memonitor pergerakan secara waktu terkini (real-time).
Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.