Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) - Lion Group mengirimkan bantuan kemanusiaan dari Bandara Internasional Juanda, Jawa Timur, berupa 1.000 selimut, 1.000 tikar, dan 1.000 paket sembako untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7.

“Bantuan hari ini merupakan bentuk kemanusiaan perusahaan dalam membantu meringankan beban masyarakat NTT yang terdampak gempa,” kata Presiden Direktur Lion Group Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin.

Menurutnya, pihak maskapai telah menyiapkan tim di daerah tujuan untuk memastikan bantuan dapat segera didistribusikan kepada masyarakat terdampak melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT serta pemerintah daerah di kabupaten/kota terdampak.

Selain itu, Daniel menyebut pihaknya juga membuka posko pengiriman bantuan bagi masyarakat terdampak secara gratis, dengan catatan seluruh bantuan yang akan dikirimkan masyarakat umum sesuai ketentuan dan kapasitas penerbangan.

Posko bantuan tersebut, lanjutnya, akan dibuka selama masa penanganan kedaruratan gempa NTT berlangsung.

Sementara itu, General Manager Bandara Internasional Juanda mengapresiasi upaya Lion Group dalam menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di NTT tersebut.

Ia berharap seluruh bantuan baik dari Lion Group maupun masyarakat luas dapat bermanfaat dan seluruh korban diberi kekuatan dalam menghadapi ujian tersebut.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8).

Hingga kini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 54 orang meninggal dunia dan ratusan warga mengalami luka-luka dan dalam perawatan medis.

Sementara dampak kerusakan bangunan yang cukup masif tercatat berada di wilayah Labuan Bajo (Manggarai Barat), Ruteng (Manggarai), serta Maumere dan Nagekeo (Sikka).

Pewarta: Fahmi Alfian
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.