Jakarta (ANTARA) - Juara super kelas welter (66,6 kg) World Boxing Association (WBA) Teofimo Lopez dan juara kelas welter WBA Jack Catterall diperintahkan untuk naik ring dalam duel wajib sesama pemegang gelar organisasi tersebut.

"Keputusan ini berawal dari syarat-syarat yang ditetapkan oleh Komite Kejuaraan ketika Rolando ‘Rolly’ Romero diangkat menjadi juara super WBA," demikian pernyataan WBA dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Rabu.

WBA menjelaskan bahwa ketika Romero diangkat menjadi juara super, telah ditetapkan bahwa pemenang pertarungan perebutan gelar dunia WBA antara Shakhram Giyasov dan Jack Catterall selanjutnya akan menghadapi Romero. Pada periode tersebut, Romero juga diperbolehkan melakukan satu kali pertahanan opsional.

Namun, skenario tersebut berubah setelah Lopez menghadapi Romero pada 22 Agustus 2026. Lopez mengalahkan Romero melalui keputusan mayoritas untuk merebut status juara super WBA.

Dengan kemenangan tersebut, Lopez menggantikan Romero sebagai pemegang gelar dan sekaligus mewarisi kewajiban yang sebelumnya telah ditetapkan Komite Kejuaraan WBA. Karena itu, WBA kemudian memerintahkan Lopez untuk menghadapi Catterall sebagai bagian dari kewajiban mempertahankan gelar.

Baca juga: WBC umumkan dua duel rebut juara dunia di Jepang pada 27 September

Lopez, petinju asal Amerika Serikat, saat ini memiliki rekor profesional 23 kemenangan dan dua kekalahan, dengan 13 kemenangan melalui knockout (KO). Kemenangan terakhirnya atas Romero sekaligus mengantarkan Lopez kembali menjadi pemegang gelar dunia WBA di kelas welter.

Sementara itu, Catterall memiliki rekor 33 kemenangan dan dua kekalahan, dengan 14 kemenangan melalui KO. Petinju asal Inggris tersebut merebut gelar dunia WBA setelah mengalahkan Shakhram Giyasov melalui keputusan mutlak dalam pertarungan 12 ronde pada Mei.

Kemenangan atas Giyasov membuat Catterall menjadi pemegang gelar WBA kelas welter dan memenuhi ketentuan yang sebelumnya ditetapkan organisasi tersebut terkait calon lawan Romero. Setelah Lopez menggantikan Romero sebagai juara super, kewajiban tersebut kemudian beralih kepada petinju Amerika Serikat itu.

WBA menetapkan periode negosiasi selama 30 hari, yang dimulai pada 22 September dan akan berakhir pada 22 Oktober 2026. Dalam periode tersebut, kedua pihak diharuskan mencapai kesepakatan mengenai pertarungan, termasuk jadwal, lokasi, dan pembagian hak pertandingan.

Jika Lopez dan Catterall gagal mencapai kesepakatan hingga batas waktu tersebut, atau salah satu pihak menyatakan menghentikan proses negosiasi, Komite Kejuaraan WBA dapat memerintahkan purse bid dengan persetujuan Presiden WBA sesuai dengan aturan dan regulasi organisasi.

Baca juga: WBA perintahkan juara dunia David Jimenez dan John Ramirez naik ring

Baca juga: Isaac Cruz menang KO atas Bravo untuk pertahankan sabuk juara WBC

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.