LPS ingatkan generasi muda disiplin keuangan menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 4 September 2026 20:41 WIB

Image Print

Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank LPS Doddy Zulverdi memberikan materi keuangan kepada mahasiswa di Kota Bandarlampung. Jumat (4/9/2026). (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Terdapat dua modal utama yang perlu diperkuat untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, yakni kualitas generasi muda dan ketahanan sistem keuangan

Bandarlampung (ANTARA) - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengingatkan generasi muda untuk disiplin mengelola keuangan pribadi sebagai bekal mencapai kemandirian finansial sekaligus mempersiapkan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.

"Terdapat dua modal utama yang perlu diperkuat untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, yakni kualitas generasi muda dan ketahanan sistem keuangan, khususnya sektor perbankan," kata Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank LPS Doddy Zulverdi, di Bandarlampung, Jumat.

Menurut dia, generasi muda tidak cukup hanya memiliki mimpi besar, tetapi juga perlu menyusun perencanaan strategis agar cita-cita tersebut dapat diwujudkan.

“Mahasiswa dan generasi muda harus berpikir, kita mau menjadikan Lampung seperti apa dalam 20 tahun ke depan. Dengan potensi yang ada, Lampung ingin menjadi apa dan seperti apa kapasitas yang harus dibangun untuk mencapai itu,” katanya.

Doddy juga menekankan pentingnya perencanaan strategis dalam kehidupan pribadi. Generasi muda perlu menentukan peran yang ingin dijalankan di masa depan, baik sebagai pengusaha, pekerja profesional, produsen maupun aparatur pemerintahan.

"Namun, berbagai cita-cita tersebut harus dibarengi kemampuan mengelola keuangan agar dapat mencapai financial independence atau kemandirian finansial," kata dia.

Maka dari itu, lanjut dia, generasi muda harus sudah mulai membangun kebiasaan mengatur pendapatan dengan membedakan kebutuhan dan keinginan. Salah satu pola yang dapat digunakan adalah prinsip 50 persen untuk kebutuhan, 30 persen untuk tabungan atau investasi, dan 20 persen untuk keinginan atau hiburan.

“Yang terpenting adalah membangun kebiasaan untuk menabung dan merencanakan masa depan secara konsisten,” kata dia.

Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.