LPS nilai Destry Damayanti sosok 'paket lengkap' calon Gubernur BI

Selasa, 11 Agustus 2026 05:38 WIB

Image Print

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu saat ditemui di Jakarta, Senin (10/8/2026) (ANTARA/Bayu Saputra)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu, menilai Destry Damayanti merupakan sosok yang memiliki 'paket lengkap' untuk mengemban amanah sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).

Anggito menegaskan bahwa rekam jejak Destry yang berlatar belakang lintas lembaga sektor keuangan menjadi modal kuat untuk memperkuat sinergi pengawasan dan stabilitas sistem keuangan nasional.

"Jadi (Destry Damayanti) seorang yang memiliki latar belakang lengkap. Paket lengkap ya. Jadi saya cukup yakin kerja sama dengan Kementerian Keuangan, dengan LPS, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) tidak ada masalah," kata Anggito saat ditemui di Jakarta, Senin.

Secara rekam jejak, Destry pernah bertugas di Badan Analisa Keuangan dan Moneter (BAKM) Kementerian Keuangan pada periode 1992-1997, sebelum kemudian menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner LPS periode 2015-2019. Kariernya berlanjut sebagai Deputi Gubernur Senior BI hingga kini ditunjuk sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur BI.

Anggito berharap proses penetapan Gubernur BI definitif dapat berjalan lancar sesuai mekanisme peraturan perundang-undangan, termasuk tahapan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi XI DPR RI.

Nama Destry Damayanti diajukan secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai calon tunggal Gubernur BI definitif melalui Surat Presiden (Surpres) yang diserahkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kepada pimpinan DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: LPS nilai Destry Damayanti punya 'paket lengkap' sebagai Gubernur BI

Pewarta : Bayu Saputra
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.