LPS perkuat literasi keuangan di lingkungan pesantren - ANTARA News Jawa Timur
Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) -
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkuat literasi keuangan di kalangan pesantren dengan mendorong santri, pengasuh pondok pesantren dan tokoh agama memahami pentingnya menabung di perbankan.
Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution mengatakan literasi keuangan tidak sebatas mengenalkan produk dan layanan keuangan tetapi juga membangun kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan keuangan secara tepat, aman dan bertanggung jawab.
“Literasi keuangan pada akhirnya bukan hanya tentang seberapa jauh masyarakat mengenal produk dan layanan keuangan, tetapi tentang kemampuan untuk mengambil keputusan keuangan yang tepat, aman dan bertanggung jawab,” ujar Farid dalam keterangan diterima di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu.
Farid yang hadir dalam Majelis Pemberdayaan Masyarakat bertema Membangun Kemandirian Masyarakat Menuju Indonesia Berdaya di MAN 4 Jombang, Jawa Timur, ingin agar lingkungan pesantren mengenali fungsi LPS dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan.
Menurut dia, pesantren dan tokoh agama memiliki posisi strategis dalam memperluas pemahaman mengenai keuangan karena memiliki kedekatan dengan masyarakat sekaligus menjadi sumber pengetahuan dan rujukan bagi lingkungan sekitarnya.
Oleh sebab itu, LPS mendorong masyarakat termasuk kalangan pesantren untuk memahami manfaat menabung di bank konvensional maupun bank syariah serta ketentuan penjaminan simpanan yang berlaku.
Farid menjelaskan LPS menjamin simpanan nasabah bank sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan pemahaman terhadap persyaratan penjaminan menjadi penting agar masyarakat mengetahui bagaimana simpanannya dapat memperoleh perlindungan LPS.
Ia menuturkan apabila lingkungan pesantren telah memiliki pemahaman yang baik mengenai sistem keuangan ini maka dapat berkontribusi untuk mendukung peningkatan literasi keuangan masyarakat sekitar.
Pesantren dinilai tidak hanya menjadi tempat pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai ruang penguatan kemandirian masyarakat termasuk dalam pengelolaan keuangan.
Terlebih, ia menilai kepercayaan masyarakat merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan sistem keuangan dan peningkatan literasi perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Hal itu akan membuat masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga mampu menggunakannya sesuai kebutuhan dan secara bijak.
“Di sinilah peran pesantren dan para tokoh agama menjadi sangat penting sebagai sumber pengetahuan sekaligus penggerak di tengah masyarakat,” katanya.
Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.