Mahasiswa UMS manfaatkan vermikompos sebagai sarana penguatan psikologis difabel
Mahasiswa UMS manfaatkan vermikompos sebagai sarana penguatan psikologis difabel
Jumat, 17 Juli 2026 14:07 WIB
Pemaparan Vermikompos oleh tim PKM PM kepada mitra. ANTARA/HO-UMS
Solo (ANTARA) - Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) HealSpace Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi memulai tahapan inti pendampingan melalui agenda Pelatihan Vermikompos 1.
Sebagai langkah pembuka dalam rangkaian program edukasi lingkungan dan penguatan psikologis, pelatihan tahap pertama ini difokuskan pada penyampaian materi teoritis.
Materi teoritis ditujukan untuk memberikan fondasi pemahaman yang kuat bagi para peserta mengenai proses dasar pembuatan vermikompos sebelum nantinya melangkah ke tahap aksi lapangan.
Dalam sesi pemaparan, tim HealSpace menjelaskan secara mendalam mengenai konsep vermikompos, yaitu metode pembuatan pupuk organik berkualitas tinggi yang memanfaatkan cacing tanah (seperti jenis Eisenia fetida atau Lumbricus rubellus) untuk menguraikan sisa-sisa bahan organik.
Selain menghasilkan pupuk yang kaya nutrisi bagi tanaman, proses interaksi dengan media alam ini diperkenalkan sebagai bagian dari horticultural therapy (terapi hortikultura). Aktivitas menyentuh tanah, merawat makhluk hidup, dan melihat proses pertumbuhan dipercaya secara ilmiah mampu menurunkan kadar stres, melatih motorik halus, serta memberikan rasa pencapaian (sense of achievement) yang sangat baik untuk stabilitas emosional penyandang disabilitas mental.
Ketua Tim PKM-PM HealSpace UMS Abqory Anis Subekti menyampaikan pemahaman teori secara berkala sangat penting bagi teman-teman dari Komunitas Disabilitas Karya Manunggal agar esensi dari terapi ini dapat terserap secara optimal.
“Pelatihan teori ini adalah langkah awal yang krusial. Kami mengenalkan media vermikompos bukan sekadar sebagai materi lingkungan, melainkan sebagai instrumen terapi yang ramah dan mudah dipahami. Kami ingin memastikan teman-teman disabilitas memiliki gambaran yang matang mengenai jenis pakan cacing, kelembapan media, hingga cara menjaga suhu sarang sebelum mereka melakukan praktik langsung,” jelasnya, Jumat.
Mengingat dinamika kefokusan peserta penyandang disabilitas mental dan fisik yang bervariasi, kegiatan edukatif di Sanggar Komunitas Karya Manunggal, Desa Demangan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (12/6) yang diselenggarakan Tim HealSpace menerapkan metode penyampaian yang adaptif.
Ia mengatakan untuk menjaga konsentrasi, semangat, serta kenyamanan psikologis para peserta selama sesi penyampaian materi, tim menghadirkan sesi ice breaking yang interaktif di sela-sela kegiatan.
Melalui permainan konsentrasi ringan dan senam motorik sederhana yang dipandu oleh mahasiswa, suasana ceria dan penuh kehangatan pun tercipta. Sesi ini berhasil mencairkan ketegangan, mengembalikan fokus, sekaligus mempererat hubungan emosional yang inklusif antara mahasiswa dan seluruh mitra yang hadir.
Melalui perpaduan antara penyampaian materi yang humanis dan interaksi yang menyenangkan tersebut, sebanyak 20 warga difabel yang hadir tampak sangat antusias. Mereka aktif mengajukan pertanyaan sederhana mengenai cara merawat cacing tanah dan pemanfaatannya untuk tanaman perkebunan di sekitar sanggar.
Respons positif ini menjadi modal penting bagi tim untuk mempersiapkan para peserta dalam menyambut tahapan praktik pembuatan vermikompos pada agenda berikutnya.
Sementara itu, dosen pembimbing program Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Ph.D., turut memberikan apresiasi atas konsistensi dan kedalaman materi yang dibawakan tim di lapangan. Menurutnya, pendekatan bertahap yang mengombinasikan teori mendalam dan metode rekreatif merupakan strategi ilmiah yang tepat untuk mengoptimalkan penerimaan materi tanpa memberikan beban psikologis yang berat bagi peserta.
Usai Pelatihan Vermikompos 1 ini, tim PKM-PM HealSpace UMS akan melanjutkan program dengan pendampingan praktik langsung berupa penyiapan wadah, pencampuran media tumbuh, dan pelepasan cacing tanah di rumah Yani yang merupakan salah satu orang tua penyandang disabilitas.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.