Pangkalpinang (ANTARA) - Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan berhasil memadamkan dua kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Hutan Lindung Desa Mapur Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Atas permintaan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kami mengerahkan satu tim untuk membantu pemadaman karhutla selama musim kemarau ekstrim ini," kata Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto di Pangkalpinang, Minggu.

Ia mengatakan selama dua hari terakhir, red-Jumat (14/8) hingga Sabtu (15/8), personel Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera yang dikerahkan di Kabupaten Bangka telah berhasil memadamkan dua karhutla di dua titik.

Dua kejadian karhutla yang berhasil dipadamkan Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera pada Jumat (14/8) terdapat di Desa Mapur Kecamatan Riau Silip Kabupaten Bangka seluas 0,5 hektare.

Selanjutnya, pemadaman karhutla yang Kembali terjadi di Desa Mapur Kecamatan Riau Silip Kabupaten Bangka pada Sabtu (15/8) sehingga dampak karhutla di desa tersebut bertambah sekitar dua hectare dengan tipe kabakaran permukaan dan Bawah, karena lahan terbakar merupakan lahan gambut.

"Tim Manggala Agni mendapatkan informasi langsung merespon dan melaksanakan pemadaman darat di lokasi Desa Mapur tersebut, untuk mencegah kebakaran yang lebih besar di daerah itu," ujarnya.

Ia menyatakan dalam memadamkan kebakaran hutan lindung Desa Mapur Kabupaten Bangka ini, tim mengerahkan satu unit mobil angkut personil, satu unit mobil air tedmon, satu unit colapsible tank, pompa jinjing dua unit, peralatan tangan.

"Saat ini kondisi eskalasi kenaikan karehutla juga terjadi di Bangka dan beberapa waktu lalu terlihat dari citra satelit, salah satu penghasil asap Sumatera juga dari Bangka," katanya. 

Menurut dia sudah beberapa tahun belakangan ini, kami bekerja sama dengan Dinas LHK Kabupaten Bangka untuk menangani karhutla. Kegiatan patroli dan pembentukan serta pembinaan MPA juga sudah dilaksanakan di beberapa desa rawan kebakaran.

"Kita mengirimkan satu tim personel dari Daops Manggala Agni Banyuasin Sumsel untuk membantu dan saat ini masih melaksanakan operasi," katanya.

Ia mengimbau kondisi saat ini sangat rawan, musim kemarau dengan el nino yang kuat diharapkan masyarakat agar tidak membuka lahan atau kebun dengan membakar.

"Kami mengimbau masyarakat tidak membakar lahan, kalau bisa jangan membakar sampah di tempat tempat rawan dan meninggalkan api yang masih menyala. Jangan sampai perilaku kita merugikan dan merusak alam ini," katanya.

Pewarta: Pers rilis
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.