Jakarta -

Daihatsu kembali menegaskan komitmennya terhadap industri otomotif nasional. Setelah hampir lima dekade beroperasi di Tanah Air, pabrikan asal Jepang itu mencatatkan tonggak penting dengan memproduksi lebih dari 9 juta unit mobil di Indonesia.

Pencapaian tersebut menjadi bukti perjalanan panjang Daihatsu dalam membangun industri otomotif nasional, mulai dari memperkuat kemampuan produksi, meningkatkan penggunaan komponen lokal, hingga mengembangkan ekosistem industri pendukung.

Marketing Director & Corporate Function Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Rokky Irvayandi, menyebut Daihatsu telah hadir di Indonesia sejak 1978. Selama 48 tahun beroperasi, perusahaan terus berupaya memberikan kontribusi bagi perkembangan industri otomotif nasional, baik melalui investasi jangka panjang, maupun penguatan produksi dalam negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami fokus memperkuat industri otomotif Indonesia melalui produksi lokal. Saat ini Daihatsu mempunyai enam fasilitas produksi di Sunter dan Karawang, sekaligus terus meningkatkan penggunaan komponen lokal agar industri komponen nasional ikut berkembang," ujar Rokky di sela GIIAS 2026, ICE BSD City, Tangerang, belum lama ini.

Menurut Rokky, kegiatan produksi Daihatsu kini didukung lebih dari 2.000 pemasok lokal, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran jaringan pemasok tersebut tidak hanya memperkuat rantai pasok nasional, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang luas.

"Ekosistem supply chain dalam negeri yang kami bangun telah menyerap lebih dari satu juta tenaga kerja. Selain itu, rata-rata local purchase kendaraan Daihatsu sudah di angka mencapai sekitar 80 persen," katanya lagi.

Ia menjelaskan, angka local purchase tersebut menunjukkan bahwa sekitar 80 persen biaya produksi kendaraan Daihatsu berasal dari komponen yang dipasok industri lokal. Hal itu menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perusahaan dalam mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional.

Perjalanan produksi Daihatsu di Indonesia juga menunjukkan perkembangan yang signifikan. Rokky mengungkapkan, satu juta unit pertama baru berhasil diproduksi setelah sekitar 27 tahun beroperasi, tepatnya pada 2005.

Namun, seiring bertambahnya kapasitas produksi dan meningkatnya permintaan pasar, laju produksi terus mengalami percepatan.

"Sejak 2013, Daihatsu mampu memproduksi satu juta unit setiap dua tahun. Berkat peningkatan kapasitas tersebut, pada 2025 kami berhasil mencapai tonggak produksi 9 juta unit," tukas Rokky.

(lua/riar)