Massa aksi datangi Kantor Pertamina Kalteng, desak transparansi dan evaluasi penyaluran BBM

Senin, 14 September 2026 18:58 WIB

Image Print

Massa aksi Aliansi Masyarakat Resah mendatangi kantor Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Kalimantan Tengah (Kalteng) menyampaikan sejumlah tuntutan terkait penyaluran BBM, Kota Palangka Raya, Senin (14/9/2026). (ANTARA/Muhammad Arif Hidayat)

Palangka Raya (ANTARA) - Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Resah mendatangi kantor Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Kalimantan Tengah (Kalteng) di Kota Palangka Raya, Senin, menyampaikan keberatan terhadap kondisi harga dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).

Perwakilan Aliansi Aris mengatakan pihaknya mendesak Pertamina melakukan evaluasi terhadap kebijakan penyesuaian harga BBM serta menyampaikan dasar pertimbangan kenaikan harga secara transparan kepada publik.

"Mendesak Pertamina segera menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM di Kalteng agar masyarakat tidak kembali menghadapi antrean panjang dan kesulitan memperoleh BBM," tegasnya.

Selain itu, mereka mendesak Pertamina berkoordinasi dengan pemerintah untuk menurunkan kembali harga BBM yang mengalami kenaikan khususnya yang dijual secara eceran, serta membuka informasi mengenai kuota harian distribusi BBM di setiap SPBU di Kalimantan Tengah.

Massa aksi Aliansi Masyarakat Resah mendatangi kantor Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Kalimantan Tengah (Kalteng) menyampaikan sejumlah tuntutan terkait penyaluran BBM, Kota Palangka Raya, Senin (14/9/2026). Sempat terjadi aksi saling dorong saat aksi berlangsung lantaran Pertamina dinilai lambat dalam memberikan respons dan kurang terbuka. (ANTARA/Muhammad Arif Hidayat)

Menanggapi hal tersebut, Pertamina Patra Niaga usai menerima poin tuntutan dari massa aksi menyatakan telah meningkatkan pasokan stok bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Tengah (Kalteng) sekitar 10 persen dari kondisi sebelumnya, sebagai upaya percepatan normalisasi antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Sales Area Manager Retail Kalteng Pertamina Patra Niaga Donny Prasetya mengatakan penambahan pasokan dilakukan menyusul peningkatan peralihan konsumen dari BBM nonsubsidi Pertamax ke Pertalite setelah terjadi kenaikan harga.

"Kami sudah berusaha segera secepat mungkin mengembalikan kondisi penyelenggaraan BBM," katanya kepada awak media.

Baca juga: Disdik: Akses pendidikan di Kalimantan Tengah kian terbuka

Pihaknya mengklaim kondisi antrean BBM saat ini mulai menunjukkan perbaikan apabila dibandingkan sebelumnya, meskipun Pertamina masih melakukan sejumlah penyesuaian untuk menjaga kelancaran penyaluran.

Menurut Donny, perpindahan konsumen dari Pertamax ke Pertalite diperkirakan mencapai sekitar tujuh persen di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut turut meningkatkan tekanan terhadap kebutuhan BBM jenis Pertalite.

"Memang terjadi switching atau perpindahan pelaku konsumen yang sebelumnya membeli Pertamax karena harga semakin tinggi, beralih menggunakan Pertalite," ujarnya.

Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan tersebut, Pertamina mempertebal pasokan stok sekitar 10 persen dibanding kondisi sebelumnya.

"Kami juga hari ini ada kedatangan kapal lagi untuk menambah dan mempertebal kondisi penyaluran di Kalimantan Tengah," katanya.

Ia menyebut kebutuhan Pertalite di Kalimantan Tengah, dengan mengacu pada kuota yang ditetapkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) berada di kisaran 270 kiloliter (KL) per hari.

Baca juga: Tanggulangi dampak asap, Pemprov Kalteng siapkan ratusan ribu masker untuk masyarakat

Baca juga: Bagikan masker hingga vitamin, Gubernur Kalteng dorong warga peduli kesehatan saat karhutla

Baca juga: Bantu atasi dampak asap, Gubernur Kalteng ajak masyarakat optimalkan pemanfaatan rumah oksigen

Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.