Menaker tekankan pentingnya kompetensi komunikasi pelaku wirausaha

Jumat, 4 September 2026 17:33 WIB

Image Print

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memberikan arahan pada Pembukaan Pembekalan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Lanjutan Angkatan IV dan Kick Off Bantuan Pemerintah 1.000 TKM Lanjutan dan 8.731 TKM Pemula di BBPKK Bandung Barat, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (4/9/2026). ANTARA/HO-Kemnaker RI

Jakarta (ANTARA) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan pentingnya kompetensi (skill) komunikasi bagi tenaga kerja mandiri (TKM) atau pelaku wirausaha.

"Intinya pelaku usaha perlu membangun komunikasi secara berkelanjutan, menjaga kualitas produk, serta memastikan kebutuhan pelanggan tetap terpenuhi," kata Menaker, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Lebih lanjut ia mengatakan, salah satu kunci keberhasilan dalam berwirausaha bukan sekadar mendapatkan pelanggan, tetapi juga menjaga hubungan dengan pelanggan agar tetap loyal dan terus menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan.

"Kalau pelanggan itu sudah kita pegang dengan baik, maka minimal pelanggan yang sudah ada tetap kita pertahankan, kemudian fokus menambah pelanggan yang baru. Di situlah usaha bisa tumbuh terus," ujar dia.

Menurut Yassierli, kemampuan mempertahankan pelanggan menjadi semakin penting ketika usaha mulai berkembang.

Oleh karena itu, lanjut dia, pelaku usaha perlu menjaga komunikasi, konsistensi kualitas, dan kepercayaan pelanggan dalam jangka panjang.

Menaker Yassierli pun mencontohkan layanan kesehatan dengan menghubungi pasien setelah berobat untuk menanyakan perkembangan kondisi dan memastikan pengobatan tetap dijalankan sesuai anjuran.

Menurutnya, pola komunikasi tersebut merupakan bagian dari pengelolaan hubungan dengan pelanggan (customer relationship management) yang dapat diterapkan pelaku usaha untuk mempertahankan pelanggan.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tahun ini telah menyerahkan bantuan kepada 1.000 TKM lanjutan yang masing-masing memperoleh bantuan sebesar Rp15 juta sebagai modal pengembangan usaha. Selain itu, sebanyak 8.731 TKM pemula mendapatkan bantuan sebesar Rp5 juta.

Menaker menambahkan nilai bantuan sebesar Rp15 juta mungkin terlihat besar bagi sebagian orang, namun bagi sebagian lainnya dapat dianggap sebagai modal yang terbatas.

Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa hal yang lebih penting adalah bagaimana bantuan tersebut dikelola dan dikembangkan secara optimal untuk pertumbuhan usaha.

"Pengalaman kami di Kementerian Ketenagakerjaan, program ini sudah enam tahun berjalan dan sudah menghasilkan sekian banyak wirausaha-wirausaha baru yang sukses,” kata dia.

Selain bantuan modal, Yassierli mengatakan peserta TKM juga akan mendapatkan pembekalan untuk memperkuat kemampuan usaha, antara lain terkait pematangan ide bisnis, kemasan produk, pemasaran secara daring, serta menjaga kualitas produk.

Ia berharap pembekalan tersebut tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi diterapkan secara konsisten dalam menjalankan usaha.

"Tidak ada kesuksesan tanpa usaha yang serius dan ketekunan. Kita tidak pernah tahu kapan kita akan sukses, tetapi kalau kita tekun, kita yakin kesuksesan itu bisa kita raih," ujarnya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menaker tekankan pentingnya kompetensi komunikasi pelaku wirausaha

Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026