Mendagri: Wisuda IPDN jadi momen regenerasi aparatur pemerintahan
Mereka adalah orang-orang terpilih karena dulu waktu mendaftar kan 38.000 hampir 40.000, terpilih 1.200 ini
Sumedang (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan bahwa wisuda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menjadi momen dalam upaya meregenerasi kader aparatur penyelenggara pemerintahan di seluruh Indonesia.
Tito Karnavian di Sumedang, Jawa Barat, Minggu, mengatakan para lulusan IPDN akan mengisi kebutuhan aparatur sipil negara di berbagai daerah setelah menjalani pelantikan sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS).
"Setelah wisuda ini ya, wisuda yang keilmuannya menjadi sarjana. Kemudian nanti ada pelantikan mereka menjadi calon PNS. Dan nanti kalau sudah selesai pelantikan, mereka akan disebar ke berbagai daerah seluruh Indonesia," katanya.
Baca juga: Mendagri: Lulusan IPDN diminati pemda karena disiplin dan integritas
Pada momen wisuda tersebut, IPDN sendiri meluluskan 1.404 wisudawan yang terdiri atas 1.204 lulusan Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan, 73 lulusan Program Magister Terapan Ilmu Pemerintahan, 45 lulusan Program Doktor Ilmu Pemerintahan, dan 82 lulusan Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan.
Tito mengatakan para lulusan tersebut merupakan hasil seleksi yang ketat. Dari hampir 40 ribu pendaftar, sekitar 1.200 orang berhasil lolos menjadi praja hingga menyelesaikan pendidikan selama empat tahun.
"Mereka adalah orang-orang terpilih karena dulu waktu mendaftar kan 38.000 hampir 40.000, terpilih 1.200 ini. Dan kemudian dalam perjalanan ada yang juga tidak lulus karena di sini sangat ketat dan setelah perjalanan empat tahun mereka lulus," ujarnya.
Baca juga: Mendagri minta lulusan IPDN jadi agen perubahan reformasi birokrasi
Ia mengatakan sistem pendidikan di IPDN dirancang tidak hanya membekali praja dengan ilmu pemerintahan, tetapi juga membentuk karakter dan kesiapan sebagai aparatur sipil negara melalui berbagai pembinaan selama masa pendidikan.
"Mereka kan bukan hanya belajar akademik, ilmu pemerintahan atau ilmu-ilmu yang lain, tapi juga mereka ini selama tiga tahun digojlok masalah kesemaptaan jasmaninya, kesehatannya, dengan mental ideologi, nasionalisme, integritas, militansi, disiplin, dan lain-lain," katanya.
Menurut Tito, pembentukan kompetensi akademik dan karakter tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para lulusan saat menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara di berbagai daerah.
Baca juga: Menko Yusril tekankan supremasi hukum dan integritas ASN di IPDN
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.