Mendes ajak mahasiswa jadi pengusaha guna kembangkan potensi desa - ANTARA News Ambon, Maluku
Jakarta (ANTARA) - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak para mahasiswa, seperti mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), agar menjadi pengusaha dan memanfaatkan kesempatan kuliah untuk meriset potensi unggulan di desa-desa.
Hal itu, kata Mendes Yandri, sejalan dengan Program Desa Ekspor dari Kemendes PDT yang membuat desa-desa berkesempatan mengekspor produknya ke 49 negara tujuan.
"Jadi, jangan sampai adik-adik mahasiswa takut bermimpi. Walaupun orang kota, kalian bisa berbisnis di desa. Jadilah pengusaha, sebab kami punya 49 negara tujuan ekspor. Mereka butuh banyak cabe, sereh, bawang merah, dan lain sebagainya," kata Mendes Yandri dikutip di Jakarta, Senin.
Hal itu dia sampaikan saat menjadi pembicara kunci dalam agenda Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UMJ di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.
Lebih lanjut Mendes menyoroti pola hidup mahasiswa yang kerap berputar di area akademis tanpa keterlibatan aktif di organisasi ataupun kegiatan kemahasiswaan lainnya, baik di dalam atau di luar kampus.
Sejalan dengan itu Mendes Yandri berpesan agar para mahasiswa baru berani bermimpi besar dan mengasah potensi kepemimpinan sejak dini. Menurutnya, bangku kuliah adalah tempat terbaik untuk memupuk kapasitas diri sebelum terjun menjadi pimpinan bangsa pada masa depan.
"Saya ingin membuka cakrawala adik-adik mahasiswa baru, jangan hanya berpikir kuliah-kosan, kuliah-kosan, jangan. Artinya, jangan hanya mau jadi mahasiswa biasa sebab saya yakin adik-adik mahasiswa yang hadir di sini ini bakal jadi menteri, ada yang jadi gubernur kelihatannya ini," ucapnya.
Selain itu Mendes Yandri menceritakan latar belakang keluarganya dan fasilitas umum di kampung asalnya yang penuh keterbatasan. Namun hal itu justru membuat tekadnya kokoh bersaing saat berproses di bangku kuliah.
Walaupun tumbuh di tengah ketertinggalan infrastruktur kampungnya itu, Mendes Yandri, memilih tidak menyerah pada keadaan.
"Saya anak petani, emak saya enggak tamat SD. Menanam padi sama menanam kopi. Di kampung saya, baru masuk listrik 2002, baru masuk sinyal handphone baru 2015 kemarin. Kebayang kan kampung saya itu. Tapi apakah membuat saya patah hati? Enggak. Karena menurut saya masa depan itu tergantung kita atas izin Allah," ujarnya
Oleh karena itu Mendes Yandri mengingatkan para mahasiswa di UMJ itu agar tidak mudah menyerah terhadap suatu keterbatasan. "Jadi jangan menyerah dengan situasi dan kondisi yang sedang adik-adik mahasiswa hadapi sekarang," katanya.
Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.