Barcelona -

Lamine Yamal, bintang muda La Furia Roja ternyata dibesarkan di Rocafonda, tak jauh dari Barcelona. Mari lihat kampung halaman Yamal si juara!

Timnas Spanyol keluar sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Argentina lewat babak perpanjangan waktu di partai final.

Gelar tersebut menjadi penutup manis perjalanan La Furia Roja yang dipenuhi deretan pemain muda berbakat, termasuk Lamine Yamal. Nama Lamine Yamal memang semakin mendunia berkat penampilannya bersama Spanyol.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, tak banyak yang tahu bahwa pemain berusia 19 tahun itu dibesarkan di Rocafonda, sebuah kawasan sederhana di Kota Mataró, Catalunya, sekitar 30 kilometer dari Barcelona.

Kawasan itu kerap disebut sebagai kawasan pekerja. Namun di samping itu, Rocafonda menyimpan banyak keberagaman budaya hingga tradisi.

35 Kebangsaan Menghuni Rocafonda

Rocafonda merupakan salah satu kawasan paling multikultural di Catalunya. Lebih dari 35 kebangsaan tinggal berdampingan di lingkungan yang relatif kecil. Kawasan ini awalnya dibangun pada 1960-an sebagai permukiman bagi para pekerja yang datang dari wilayah selatan Spanyol, seperti Andalusia.

Memasuki era 1990-an, Rocafonda berkembang menjadi rumah bagi banyak keluarga pendatang dari berbagai negara, terutama Maroko dan Guinea Ekuatorial. Keberagaman tersebut membuat Rocafonda dikenal sebagai lingkungan yang mempertemukan berbagai bahasa, budaya, dan tradisi dalam kehidupan sehari-hari.

Salam '304' yang Mendunia Berkat Lamine Yamal

Setiap kali mencetak gol, Lamine Yamal kerap membuat gestur tangan membentuk angka 3-0-4. Selebrasi itu bukan tanpa alasan. Angka tersebut merupakan tiga digit terakhir kode pos Rocafonda, yakni 08304. Lewat selebrasi itu, Yamal ingin menunjukkan kebanggaannya terhadap tempat ia tumbuh.

Kini, salam "304" tak hanya dikenal oleh penggemar sepak bola. Gestur tersebut juga pernah ditirukan sejumlah politikus di Parlemen Andalusia sebagai simbol kebanggaan terhadap komunitas multikultural dan kelas pekerja.

Kehidupan Jalanan yang Tak Pernah Sepi

Suasana Rocafonda terasa hidup hampir sepanjang hari. Padatnya blok-blok apartemen membuat banyak aktivitas warga berpindah ke ruang publik. Alun-alun seperti Plaça de Rocafonda dan Plaça Joan XXIII menjadi tempat berkumpul lintas generasi.

Lansia asal Andalusia berbincang di bangku taman, ibu-ibu keturunan Maroko saling menyapa, sementara anak-anak dari berbagai latar belakang bermain sepak bola di lapangan beton. Kebersamaan inilah yang membentuk identitas Rocafonda sebagai lingkungan yang akrab meski dihuni masyarakat dengan beragam budaya.

Surga Kuliner dengan Beragam Budaya

Keberagaman Rocafonda juga tercermin dari deretan tokonya. Di sepanjang Carrer de Pablo Picasso, pengunjung dapat menemukan bar khas Spanyol berdampingan dengan toko daging halal, minimarket Afrika Barat, hingga toko roti yang menjual pastry khas Catalunya dan aneka kudapan manis Maroko.

Di kawasan ini juga terdapat masjid yang menjadi pusat kegiatan sosial sekaligus tempat berkumpul bagi masyarakat setempat.

Festival Tahunan yang Menyatukan Warga

Rocafonda memiliki dua festival utama setiap musim panas, yaitu Festa del Barri de Rocafonda yang biasanya digelar pada awal Juni dan Festa Popular de Rocafonda pada bulan Juli. Festival tersebut menghadirkan konser musik, pertunjukan jalanan, hingga bazar kuliner yang menampilkan cita rasa dari berbagai negara.

Acara ini menjadi momen penting bagi warga untuk merayakan identitas Rocafonda sebagai lingkungan yang terbuka dan multikultural.

Jika suatu hari berkunjung ke Catalunya, kawasan sederhana ini bisa menjadi destinasi menarik untuk melihat langsung lingkungan yang membentuk salah satu bintang sepak bola terbesar generasi baru tim Matador.