Mengenang Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sang Arsitek Qatar Modern
Di bidang politik, Sheikh Hamad mulai memperkenalkan sejumlah bentuk partisipasi publik. Qatar menggelar pemilihan Kamar Dagang dan Industri pada 1996, kemudian menyelenggarakan pemilihan Dewan Kota Pusat pada Maret 1999.
Dalam pemilihan tingkat kota tersebut, perempuan untuk pertama kalinya dalam sejarah Qatar memperoleh hak untuk memilih dan mencalonkan diri.
Sheikh Hamad memprakarsai penyusunan konstitusi permanen pertama Qatar. Sebuah komite penyusun dibentuk melalui dekret pada 1999 sebelum rancangan konstitusi disetujui melalui referendum pada 29 April 2003 dengan dukungan 96,6 persen suara.
Konstitusi permanen itu ditetapkan pada 8 Juni 2004. Dokumen tersebut mengatur landasan kehidupan bernegara, partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan, hak dan kebebasan warga, serta pembagian kewenangan antarlembaga negara.
Qatar kemudian menyusun Visi Nasional Qatar 2030. Rencana jangka panjang itu mulai dipersiapkan pada 2007 dan disahkan setahun kemudian sebagai pedoman untuk membangun ekonomi berbasis pengetahuan, mewujudkan pembangunan berkelanjutan, dan menjamin kesejahteraan generasi mendatang.
Peran Qatar di tingkat internasional turut berkembang melalui diplomasi dan mediasi konflik. Doha menjadi tempat perundingan yang menghasilkan kesepakatan rekonsiliasi Lebanon pada 2008 dan Dokumen Doha untuk Perdamaian di Darfur pada 2011.
Qatar menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2006–2007.
Ambisi untuk tampil di panggung dunia turut diwujudkan melalui olahraga. Pada 2010, Qatar memperoleh hak menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022, menjadikannya negara Arab dan negara Timur Tengah pertama yang terpilih menggelar turnamen tersebut.
Pada 25 Juni 2013, Sheikh Hamad menyerahkan kepemimpinan kepada putranya, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, yang ketika itu berusia 33 tahun. Sejak meninggalkan jabatan emir, ia menyandang gelar Amir Ayah.
Dalam pidato pengalihan kekuasaan, Sheikh Hamad mengatakan sudah waktunya bagi generasi baru untuk memikul tanggung jawab dengan kemampuan, gagasan, dan semangat zamannya.
"Masa depan terbentang di hadapan kalian, anak-anak negeri ini, saat kalian memasuki era baru ketika generasi muda mengambil alih kepemimpinan," kata Sheikh Hamad seperti dilaporkan Al Jazeera.
Pidato dan penyerahan kekuasaan tersebut menutup masa pemerintahan Sheikh Hamad yang berlangsung selama 18 tahun. Warisannya terlihat pada kekuatan ekonomi berbasis gas, lembaga-lembaga modern, serta posisi Qatar yang semakin menonjol dalam diplomasi, media, pendidikan, dan olahraga internasional.