Menhub: 35 izin pesawat asing perkuat penanganan karhutla Kalimantan
Menhub: 35 izin pesawat asing perkuat penanganan karhutla Kalimantan
Rabu, 2 September 2026 11:33 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menjawab pertanyaan awak media ditemui usai Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa (1/9/2026). ANTARA/Harianto
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyebut pemerintah memberikan izin kepada 35 pesawat asing untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimantan yang saat ini menjadi prioritas utama nasional.
Izin tersebut diberikan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara setelah adanya kebutuhan tambahan sarana pemadaman karena peralatan udara yang dibutuhkan belum tersedia sepenuhnya di Indonesia sehingga pesawat asing didatangkan untuk membantu langsung.
"Pada intinya kita akan selalu mendukung apa yang menjadi prioritas. Seperti penanganan kebakaran ini kan menjadi prioritas utama pada saat ini. Dalam jangka pendek ini juga harus segera dipadamkan," kata Menhub ditemui usai Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa.
Menurut Dudy, pesawat asing tersebut didatangkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk digunakan dalam kegiatan pemadaman karhutla yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan dengan dukungan operasional dari pemerintah pusat.
Menhub memastikan seluruh izin penerbangan bagi 35 pesawat asing telah diberikan sehingga armada tersebut dapat segera beroperasi membantu upaya pemadaman api melalui udara selama kondisi darurat kebakaran hutan dan lahan.
Dudy mengatakan sebagian besar pesawat asing yang digunakan untuk penanganan karhutla tersebut merupakan helikopter karena memiliki kemampuan mendukung proses pemadaman api dari udara secara efektif di lokasi yang terdampak kebakaran.
"Oh ya pesawat-pesawat tersebut sudah beroperasi untuk menangani karhutla. Itu kan sudah kita berikan izin semua. Tadi kan ada sekitar 35 pesawat," ucap Menhub.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan 35 izin penggunaan pesawat registrasi asing yang telah diterbitkan berasal dari Rusia hingga Amerika Serikat (AS) untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa wilayah di tanah air.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan 35 izin penggunaan pesawat registrasi asing yang telah diterbitkan tersebut untuk 11 pemegang Air Operator Certificate (AOC) dari delapan negara asal dengan total 36 helikopter.
"Negara asalnya dari Australia, Rusia, Amerika, Ukraina, New Zealand, Laos, Vietnam, dan Kanada," kata Lukman dikonfirmasi di Jakarta, Senin (24/7).
Kemenhub merinci 11 AOC tersebut meliputi Ersa Eastern Aviation, Genesa Dirgantara, Falcon Patriot Utama, Pegasus Air Service, Whitesky Aviation, Smart Cakrawala Aviation, Elang Nusantara Air, Intan Angkasa Air Service, Volta Pasifik Aviasi, Dabi Air Nusantara, dan Derazona Air Service.
Kementerian Perhubungan memfasilitasi penggunaan pesawat registrasi asing untuk memperkuat penanganan karhutla melalui percepatan perizinan, dukungan operasional, serta pengawasan keselamatan penerbangan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menhub: 35 izin pesawat asing perkuat penanganan karhutla Kalimantan
Pewarta : Muhammad Harianto
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026