Sejumlah pejabat mengikuti pelantikan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Susunan Kabinet Merah Putih dan jajaran pimpinan lembaga negara kembali mengalami perombakan. Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah menteri, pejabat setingkat menteri, dan kepala badan, di antaranya Dudung Abdurachman sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Sugiono yang bergeser dari Menteri Luar Negeri menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang merangkap jabatan sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyampaikan anggaran operasional Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi bersumber dari anggaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pengalokasian ini disiapkan untuk mendukung kebutuhan awal kementerian koordinator baru tersebut.

Suahasil mengatakan pengalihan anggaran dilakukan untuk memastikan operasional Kemenko Hilirisasi dapat berjalan dengan lancar. Langkah tersebut diambil setelah kementerian baru itu memiliki kantor dan struktur kelembagaan.

"Pak Bahlil menangani anggaran dengan sangat baik. Anggaran operasional berasal dari Kementerian ESDM," kata Suahasil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/10/2026).

Ia menjelaskan anggaran tersebut diperlukan untuk melengkapi kebutuhan operasional Kemenko Hilirisasi. Pembiayaan ini sangat krusial karena kementerian tersebut sudah memiliki kantor dan membutuhkan dukungan operasional harian.

Berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027, Kementerian ESDM mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 27,37 triliun. Anggaran tersebut nantinya akan ditata ulang untuk kebutuhan Kemenko Hilirisasi.

Menurut Suahasil, pemerintah saat ini masih menyusun tata kelola anggaran untuk Kemenko Hilirisasi. Penyusunan tersebut meliputi penetapan bagian anggaran (BA), administrasi, serta mekanisme pengelolaan keuangan.

"Tinggal nanti kan kita bikin apakah namanya bagian anggaran, tata kelolanya, administrasinya, bagian anggarannya, BA-nya berapa, dan seterusnya, itu dalam proses kita buat," tuturnya. Seluruh administrasi anggaran tersebut ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

Pembentukan kementerian koordinator baru tersebut ditujukan untuk mempercepat eksekusi target hilirisasi dan transisi energi pimpinan Presiden Prabowo Subianto. Kehadiran Kemenko Hilirisasi diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor.

Saat ini Bahlil Lahadalia menjabat sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM. Kemenko baru ini berperan mengoordinasikan kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Investasi dan Hilirisasi.

Sementara itu, kantor untuk kementerian koordinator tersebut saat ini masih menempati area di Kementerian ESDM. Penempatan kantor ini dilakukan untuk mempermudah konsolidasi dan koordinasi kelembagaan.

sumber : ANTARA