Menko Polkam soal Pagar Tinggi Mal: Tak Ada Kaitan dengan Keamanan Nasional - Nasional Katadata.co.id
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menepis anggapan pemasangan pagar di sejumlah pusat perbelanjaan atau mal berkaitan dengan kekhawatiran situasi keamanan nasional.
Djamari menyebutkan pemasangan pagar lebih banyak berkaitan dengan kepentingan keamanan masing-masing pengelola mal. “Tidak ada kaitannya dengan hubungan seperti yang digulirkan kabar-kabar yang akan datang. Jadi semuanya itu adalah kepentingan keamanan dari mereka (mal) sendiri,” kata Djamari dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, pada Rabu (5/8).
Keterangan pers itu turut dihadiri oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra.
Djamari juga menyebut pemerintah daerah (pemda) telah mengambil langkah terukur terkait pemasangan pagar di sejumlah mal. Ia mengatakan sejumlah pemda telah membatalkan pemasangan pagar yang dinilai tidak berizin.
Menurut Djamari, penertiban tersebut telah berlangsung di sejumlah daerah, termasuk Jakarta dan Surabaya. Ia menjamin pemasangan pagar mal bukan bagian dari langkah pemerintah untuk merespons perkembangan situasi keamanan nasional.
Djamari meminta masyarakat tidak mengaitkan pemasangan pagar mal dengan berbagai kabar mengenai kondisi keamanan yang berkembang. Ia menilai sejumlah informasi yang menghubungkan kedua hal tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Itu pun sudah dianggap tidak memiliki izin, seperti yang dilakukan oleh beberapa tempat. Saya tidak menyebutkan mal yang mana, tapi kira-kira pemerintah daerah setempat sudah melakukan penertiban itu,” ujarnya.
Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) sebelumnya telah memberikan keterangan ihwal pemasangan pagar di mal. Mereka mengatakan langkah itu bukan merupakan kebijakan baru maupun instruksi khusus yang berlaku secara nasional.
Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja, mengatakan banyak pusat perbelanjaan di Indonesia sejatinya telah dilengkapi pagar sejak pertama kali dibangun. "Pemasangan pagar di pusat perbelanjaan bukan hal baru. Banyak pusat perbelanjaan yang sejak dibangun telah dilengkapi dengan pagar," kata Alphonzus kepada Katadata.co.id, Jumat (31/7).
Menurutnya, apabila saat ini terdapat beberapa mal yang baru memasang pagar besi, langkah tersebut lebih didorong oleh kebutuhan menjaga ketertiban di lingkungan pusat perbelanjaan. Alphonzus menjelaskan, terdapat pula pusat perbelanjaan yang lokasinya berada di jalur yang kerap dilintasi massa aksi atau berdekatan dengan titik demonstrasi.
Dalam kondisi tersebut, keberadaan pagar dinilai penting sebagai batas atau perimeter yang jelas bagi area mal. "Ada juga pusat perbelanjaan yang berlokasi di mana sering dilintasi ataupun berdekatan dengan lokasi demonstrasi yang mana juga pengelola memerlukan batas ataupun perimeter yang jelas untuk kepentingan ketertiban," ujarnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini tidak ada kebijakan maupun ketentuan yang mewajibkan seluruh pusat perbelanjaan memasang pagar besi.