Bandung (ANTARA) - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana optimistis pariwisata Indonesia tetap tumbuh meski beberapa gunung di Indonesia dilaporkan mengalami erupsi dan memberikan dampak pada sektor tersebut.

Saat ini, kata Widiyanti, pariwisata Indonesia berada dalam momentum pertumbuhan yang positif. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, kunjungan wisatawan mancanegara tumbuh 5,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Kita harus optimistis tentunya. Kita tentu harus adaptif ya merubah strategi. Bagaimana mendorong wisatawan mancanegara datang dan juga wisatawan nusantara itu adalah kekuatan kita. Kami juga didukung oleh kementerian lain termasuk saat menangani gangguan penerbangan. Jadi, kami harap ini bisa dipertahankan dan kita tetap optimis ya, tetap berdoa," kata Widiyanti usai prosesi wisuda di Poltekpar NHI Bandung, Selasa.

Erupsi berbagai gunung api di Indonesia, kata Widiyanti, memberi dampak pada sektor pariwisata.

Dia menyoroti erupsi Gunung Anak Krakatau beberapa hari lalu yang mengganggu hampir 3.000 penerbangan penerbangan domestik dan internasional dengan sekitar 340.000 penumpang terdampak karena penutupan sekitar 7 bandara di sekitar Lampung, Banten, dan Jawa Barat.

"Jadi ya ada dampaknya. Dampaknya (erupsi Gunung Anak Krakatau saja) angkanya 340 ribu penumpang dan ada 3.000 lebih pesawat yang ter-cancel dan reschedule juga," ujar dia.

Widiyanti mengungkapkan rasa syukurnya per hari ini tujuh bandara terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau telah dibuka kembali dan diharapkan tidak berkepanjangan karena sangat berdampak pada arus wisatawan ke berbagai destinasi wisata.

"Mudah-mudahan tidak berkepanjangan, karena ini sangat berdampak pada pariwisata kita yang tadi kita sampaikan sudah tumbuh 5,23 persen itu kami ingin tetap dorong. Nah, kita harus bekerja maksimal, lebih keras lagi untuk mempromosikan dan meningkatkan kualitas pariwisata Indonesia," tuturnya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan mengungkapkan erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan sedikitnya tujuh bandara di Lampung, Banten, dan Jawa Barat ditutup dan mengganggu 2.961 penerbangan domestik dan internasional dengan 341.000 penumpang terdampak.

Adapun, berdasarkan data BPS, secara kumulatif, yakni pada Januari hingga Juli 2026, total kunjungan wisman mencapai 8,98 juta kunjungan atau meningkat 5,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini merupakan yang tertinggi sejak 2020.

Bila ditinjau berdasarkan paspor yang dipegang, kunjungan wisman paling banyak dilakukan oleh wisatawan pemegang paspor Malaysia dengan porsi 15 persen. Kunjungan terbanyak berikutnya yaitu Australia (12,34 persen) dan China (10,28 persen).

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menpar optimistis pariwisata Indonesia tumbuh meski terdampak erupsi

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.