Kostum yang digunakan peserta bercerita jejak peradaban, ada kearifan lokal, ada warisan budaya, dan ada identitas bangsa yang diterjemahkan menjadi karya-karya kreatif kelas dunia.

Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengatakan bahwa Jember Fashion Carnaval (JFC) mengenalkan kekayaan budaya Indonesia hingga menjadi kekuatan diplomasi soft power kepada masyarakat dunia melalui kreativitas busana yang spektakuler.

"Hari ini tidak hanya berkumpul untuk menyaksikan sebuah karnaval, namun merayakan sebuah gagasan besar bahwa kreativitas adalah kekuatan yang mampu membangun identitas, menggerakkan perekonomian, dan memperkenalkan Indonesia kepada dunia," kata Widiyanti saat memberikan sambutan pada Grand Carnival JFC, di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jember, Yayasan Jember Fashion Carnaval, serta semua pihak yang terlibat selama lebih dari dua dekade menjaga semangat Jember Fashion Carnaval hingga menjadi salah satu kebanggaan Indonesia dan telah menunjukkan bahwa karya besar tidak selalu lahir dari kota besar.

"Semua berawal dari visi almarhum Bapak Dynand Fariz yang melihat sesuatu yang mungkin belum dilihat banyak orang saat itu, yakni jalan-jalan di Jember dapat menjadi panggung dunia dan bahwa budaya Indonesia dapat diperkenalkan kepada dunia melalui bahasa yang dipahami semua orang, yakni kreativitas," katanya pula.

Dari sebuah mimpi yang lahir di Jember, ujar dia, tumbuh sebuah gerakan yang kini menginspirasi banyak daerah di Indonesia, bahkan JFC secara konsisten menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) dan empat kali masuk dalam Top 10 KEN yang merupakan program unggulan Kemenpar.

"Kostum yang digunakan peserta bercerita jejak peradaban, ada kearifan lokal, ada warisan budaya, dan ada identitas bangsa yang diterjemahkan menjadi karya-karya kreatif kelas dunia," katanya lagi.

Widiyanti menjelaskan bahwa perjalanan karya-karya JFC telah melampaui jalanan Jember. Dari London hingga New York, dari Seoul hingga Seychelles, dan Prancis, karena JFC membawa wajah Indonesia ke berbagai panggung internasional, termasuk public show di Times Square, Singapore Chingay Parade, Nice Carnaval France, Gala Dinner Presidensi G20 Indonesia, dan ASEAN Summit.

"Berbagai karya JFC juga telah mengantarkan Indonesia meraih penghargaan Best National Costume di berbagai ajang beauty pageant seperti Miss Universe dan Miss Supranational melalui kostum yang dibawakan oleh para Putri Indonesia yang terinspirasi dari destinasi pariwisata Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, ketika masyarakat internasional semakin mengenal kekayaan budaya Indonesia melalui karya-karya tersebut, maka tumbuh pula keinginan untuk datang, menyaksikan, dan merasakan langsung pengalaman yang ditawarkan Indonesia.

"Itulah kekuatan soft power Indonesia karena di era saat ini, citra sebuah bangsa tidak hanya dibangun melalui diplomasi di ruang-ruang perundingan, tetapi juga melalui budaya dan kreativitas yang mampu menyentuh hati masyarakat dunia," ujarnya lagi.

Ia mengatakan keberhasilan JFC tidak hanya diukur dari megahnya pertunjukan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakatnya.

Pada penyelenggaraan tahun 2025, JFC berhasil menarik lebih dari 1 juta pengunjung selama 3 hari pelaksanaan, termasuk wisatawan mancanegara dari Jepang, Singapura, dan Australia, serta memperoleh apresiasi luas atas skala kreativitas, inovasi visual, dan dampak budayanya.

"Itulah esensi pariwisata berkualitas yang terus kami dorong karena pariwisata bukan hanya tentang menghadirkan lebih banyak wisatawan, tetapi tentang menciptakan lebih banyak peluang, lebih banyak manfaat ekonomi, lebih banyak ruang untuk pelaku seni, UMKM, dan masyarakat untuk tumbuh bersama," katanya lagi.

Ia berharap JFC terus menginspirasi Indonesia, melahirkan karya-karya terbaik, dan membawa nama bangsa semakin harum di panggung dunia.

Baca juga: World Kids x Pets Carnival JFC tumbuhkan kreativitas dan cinta hewan

Baca juga: Waka Komisi VII DPR usulkan JFC masuk kalender wisata internasional

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.