Menteri Investasi sebut industri olahraga dorong ekonomi nasional - ANTARA News Gorontalo
Jakarta (ANTARA) - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menyebut pengembangan industri olahraga memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut dia, pihaknya bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memperkuat sinergi untuk membuka peluang investasi di industri olahraga yang diperkirakan mencapai 521 miliar dolar AS atau setara Rp8.000 triliun.
Rosan, dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu, mengatakan investasi di sektor olahraga tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai investasi, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
"Industri olahraga memiliki potensi yang sangat besar dan membawa sektor perekonomian ini ke level yang lebih tinggi. Dampaknya tidak hanya terhadap kota yang mempunyai kegiatan tersebut, tetapi juga mempunyai dampak secara keseluruhan pada perekonomian. Bukan hanya dari segi olahraga, tetapi juga memberi dampak pada segi pariwisata dan industri lainnya," ujar Rosan.
Pihaknya bersama Kemenpora menandatangani Nota Kesepahaman tentang Sinergi Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Pengembangan Investasi Sektor Keolahragaan di Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Menurut Rosan, penguatan ekosistem investasi olahraga perlu didukung dengan kepastian regulasi serta kolaborasi antarinstansi. Melalui kerja sama tersebut, pemerintah berupaya menciptakan layanan perizinan yang lebih efektif sekaligus memperluas peluang investasi di berbagai bidang keolahragaan.
"Dengan adanya PP No 28 Tahun 2025, kami diberikan kewenangan apabila dalam waktu yang sudah disepakati sesuai service level agreement (SLA), perizinan dari kementerian lain yang belum keluar, maka sistem OSS secara otomatis menerbitkan izinnya. Itu juga yang memberikan kepastian dari sisi perizinan. Sejak ketentuan itu diberlakukan, kami sudah menerbitkan lebih dari 250 perizinan melalui mekanisme fiktif positif," jelas Rosan.
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan bahwa industri olahraga memiliki nilai ekonomi yang besar dan terus tumbuh.
Potensi tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan industri olahraga sekaligus sektor pendukung seperti pariwisata olahraga.
"Sport industry itu kurang lebih nilainya 521 miliar dolar AS atau Rp8.000 triliun. Yang pertumbuhan setiap tahunnya itu 8 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi banyak negara. Belum sport tourism, yang (nilainya) hampir 600 miliar dolar AS dan ini juga pertumbuhannya signifikan," ujar Erick.
Melalui nota kesepahaman tersebut, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dan Kemenpora menyepakati sejumlah kerja sama, mulai dari sinergi kebijakan perizinan usaha berbasis risiko sektor keolahragaan, peningkatan pelayanan dan fasilitasi pengawasan melalui OSS, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, hingga pertukaran data dan informasi perizinan usaha.
Kerja sama itu juga diarahkan untuk mengembangkan peluang investasi dan promosi penanaman modal di bidang keolahragaan guna memperkuat ekosistem industri olahraga nasional serta memberikan kepastian layanan bagi pelaku usaha.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rosan: Industri olahraga pacu ekonomi, bidik investasi Rp8.000 triliun
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.