Jakarta (ANTARA) - Organisasi sosial kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia melakukan transformasi sistem digital sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di MER-C Indonesia Medical Center di Jalur Gaza.

Menurut pernyataan tertulis di akun Instagram MER-C Indonesia, Selasa, Insinyur Teknologi Informasi MER-C Indonesia Medical Center, Sameh Al-Jazzar, mengatakan bahwa pihaknya memulai transformasi digital dengan memasang koneksi internet melalui Kementerian Kesehatan.

“Sistem informasi kesehatan elektronik kami beroperasi melalui Kementerian Kesehatan menggunakan aplikasi berbasis web,” kata Al-Jazzar.

Ia menjelaskan bahwa sistem digital mengelompokkan pasien berdasarkan usia, jenis penyakit, dan kebutuhan layanan, sekaligus mengatur antrean. Setelah registrasi, pasien secara otomatis diarahkan ke klinik yang sesuai dengan keluhan masing-masing.

Al-Jazzar juga mengatakan bahwa sistem digital itu mulai diterapkan sekitar satu tahun yang lalu. Menurutnya, karena kondisi yang sulit di Jalur Gaza, seluruh rekam medis sebelumnya masih menggunakan kertas sehingga proses pelayanan menjadi jauh lebih rumit.

Dia mengatakan bahwa dengan sistem digital yang diterapkan saat ini, dokter dapat mengakses riwayat kesehatan pasien hanya dengan satu klik tanpa memerlukan dokumen fisik.

Bahkan, lanjutnya, jika pasien kehilangan dokumen mereka, seluruh data medis tetap tersimpan dengan aman di server Kementerian Kesehatan sehingga pelayanan dapat terus diberikan secara optimal.

Tentara Israel telah menewaskan lebih dari 73.000 orang dan melukai lebih dari 174.000 lainnya dalam serangan brutal sejak Oktober 2023. Serangan tersebut telah menghancurkan wilayah tersebut, dengan PBB memperkirakan biaya rekonstruksi Gaza sekitar 70 miliar dolar AS (Rp1.267 triliun).

Meskipun gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, tentara Israel terus melakukan serangan harian di Gaza, menewaskan sedikitnya 1.203 warga Palestina dan melukai 3.900 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Baca juga: PBB ungkap 67 persen penduduk Gaza alami kerawanan pangan akut

Baca juga: Hamas kecam rencana Menhan Israel bangun pos militer di Gaza Utara

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.