AKURAT.CO Sejumlah mikroorganisme yang berasal dari Bumi ternyata berpotensi bertahan selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan dalam kondisi tertentu di Bulan. Temuan tersebut berasal dari penelitian yang dipimpin NASA dan diterbitkan dalam jurnal Science Advances.

Dilansir oleh Reuters pada 21 Agustus 2026, para peneliti menjelaskan bahwa kemampuan bertahan ini terutama menjadi perhatian di wilayah sekitar kutub selatan Bulan.

Peneliti menguji lima jenis mikroorganisme dalam kondisi yang dibuat menyerupai lingkungan Bulan. Simulasi mencakup beberapa wilayah yang menjadi perhatian dalam eksplorasi kutub selatan, termasuk Nobile Rim, Connecting Ridge, dan de Gerlache Rim. Penelitian tersebut juga menggunakan data dari Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) milik NASA untuk membantu menggambarkan kondisi lingkungan Bulan.

Jamur Aspergillus Niger Paling Tahan

Dari mikroorganisme yang diuji, Aspergillus niger, jenis jamur yang umum ditemukan di lingkungan, menjadi salah satu organisme yang paling mampu bertahan. Jamur dari kelompok Fusarium juga menunjukkan ketahanan, meskipun tidak sekuat Aspergillus. Sementara itu, di antara bakteri yang diuji, Deinococcus radiodurans menunjukkan tingkat ketahanan paling tinggi.

Sebaliknya, Staphylococcus aureus dan Bacillus subtilis lebih rentan terhadap kondisi ekstrem, terutama paparan radiasi ultraviolet dan perubahan suhu yang sangat besar. Namun, penelitian ini hanya menguji kemampuan mikroorganisme untuk bertahan hidup, bukan kemampuan mereka untuk tumbuh atau berkembang biak di Bulan.

Kontaminasi Bisa Mengganggu Penelitian Bulan

Hasil penelitian ini menjadi perhatian bagi misi eksplorasi Bulan pada masa depan. Mikroorganisme yang terbawa dari Bumi berpotensi bertahan di area yang terlindung, termasuk kawah yang tidak mendapatkan paparan lingkungan secara langsung.

Karena itu, kontaminasi biologis dapat menyulitkan ilmuwan membedakan material atau mikroorganisme yang berasal dari Bumi dengan kemungkinan materi asli Bulan.

Masalah tersebut semakin penting karena Amerika Serikat dan China sedang mempersiapkan berbagai misi eksplorasi Bulan, termasuk rencana pembangunan fasilitas di permukaan Bulan.

NASA melalui program Artemis menjadi salah satu program utama dalam eksplorasi tersebut. Penelitian tentang ketahanan mikroba dapat membantu menentukan prosedur untuk mencegah kontaminasi selama misi mendatang.