Muaro Jambi, Jambi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi menetapkan status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdasarkan hasil rapat koordinasi forum komunikasi pimpinan daerah (forkompimda) setempat terkait dengan dampak kebakaran tersebut.

"Ini hasil dari rapat dan koordinasi yang kami lakukan untuk menangani masalah karhutla. Kita menaikkan status menjadi tanggap darurat," kata Wakil Bupati Muaro Jambi Junaidi Mahir di Sengeti, Kamis.

Dia menjelaskan keputusan tersebut diambil setelah pemerintah daerah menggelar sejumlah rapat koordinasi untuk mengevaluasi perkembangan karhutla sekaligus menentukan langkah penanganan yang lebih cepat dan terukur.

Hal itu, ujarnya, sekaligus upaya pemerintah dalam memperkuat penanganan karhutla yang masih mengancam di wilayah tersebut.

Ia menjelaskan kondisi karhutla di wilayah itu masih menjadi perhatian serius pemerintah. Meski jumlah titik api disebut mulai menurun dibandingkan dengan sebelumnya, upaya pemadaman tetap dilakukan.

Dia menjelaskan peningkatan status menjadi tanggap darurat merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat penanganan.

Pemerintah tidak ingin menunggu kondisi karhutla semakin parah baru mengambil langkah. Dengan status darurat, penanganan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, dan terkoordinasi.

Berdasarkan data, dari 11 kecamatan, lima di antaranya telah berdampak akibat karhutla. Luas lahan yang terbakar hingga hari ini telah mencapai 325,38 hektare, dengan 260,50 hektare di antaranya berupa lahan gambut.

"Pemkab Muaro Jambi bersama unsur terkait juga terus melakukan koordinasi untuk memastikan titik-titik api dapat segera ditangani dan tidak meluas," katanya.

Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.