Jum'at, 25 September 2026, 12:30 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Pegiat media sosial Chusnul Chotimah menyoroti pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, yang melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa kehidupan masyarakat dan aktivitas ekonomi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat tetap berjalan normal meski dilanda kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Chusnul, yang mengaku sebagai warga Kalimantan Timur (Kaltim), meragukan klaim tersebut. Menurutnya, aktivitas masyarakat di daerahnya justru mengalami pembatasan. Meski toko dan warung masih beroperasi, jumlah pengunjung berkurang karena banyak warga memilih tetap berada di rumah.

"Saya di Kaltim, toko, warung memang buka, tapi aktivitas warga terutama anak-anak dibatasi, mereka lebih baik dirumah, akibatnya pengunjung berkurang. Ini di Kaltim aapalagi di Kalbar - Kalteng. Normal darimana nya?" tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Jumat (25/9).

Sebelumnya, dalam Rapat Terbatas (Ratas) secara hybrid mengenai penanganan karhutla di Istana Merdeka pada Rabu (23/9/2026), Suharyanto melaporkan kepada Presiden bahwa aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat masih berjalan normal.

Baca Juga: Ahmad Arif: Presiden Diberi Gambaran Palsu soal Kondisi Asap Karhutla

"Kami pastikan roda kehidupan masyarakat ini berjalan normal. Jadi lalu lintas, toko-toko, rumah makan dan lain sebagainya juga biasa, Bapak Presiden, tidak ada yang terganggu. Hanya memang untuk keluar masuk khususnya di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat ini yang sedikit terganggu," ujarnya.

Menurut Suharyanto, dampak kabut asap yang terjadi saat ini terutama dirasakan pada akses transportasi keluar-masuk wilayah, termasuk gangguan terhadap penerbangan komersial dan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya