OJK Sumut catat kinerja bank umum tumbuh hingga Juli 2026 - ANTARA News Sumatera Utara
Medan (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mencatat kinerja bank umum di provinsi tersebut mengalami pertumbuhan hingga Juli 2026 secara tahunan.
"Pertumbuhan tersebut di topang peningkatan aset yakni dana pihak ketiga (DPK) dan penyaluran kredit secara tahunan," ujar Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara Triyoga Laksito dalam keterangan diterima di Medan, Sabtu.
Triyoga mengatakan aset bank umum tercatat sebesar Rp371,1 triliun, tumbuh 3,33 persen secara tahunan atau year on year (yoy), serta DPK mencapai Rp345,6 triliun atau tumbuh 4,29 persen yoy.
Lebih lanjut, penyaluran kredit tumbuh lebih tinggi 7,67 persen yoy menjadi Rp332,6 triliun, terutama kepada sektor industri pengolahan, pertanian, dan perdagangan besar.
Dari sisi kualitas kredit, kondisi perbankan masih terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) sebesar 1,96 persen, dan rasio lan at risk (LaR) 6,3 persen.
Namun penyaluran kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bank umum tercatat Rp80,4 triliun, turun 1,77 persen yoy, dengan porsi sekitar 24,2 persen dari total kredit.
OJK Sumut juga mencatat rasio NPL kredit UMKM meningkat menjadi 4,10 persen, sehingga menjadi tantangan kehati-hatian dan keseimbangan akses pembiayaan UMKM.
Di sisi lain, kinerja Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) di Sumut menunjukkan pertumbuhan signifikan hingga Agustus 2026.
Aset BPR dan BPRS tercatat mencapai Rp3,7 triliun atau tumbuh 24,25 persen secara tahunan. Pertumbuhan juga terjadi pada Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp2,7 triliun atau meningkat 23,76 persen secara tahunan.
Untuk penyaluran kredit mencapai Rp2,7 triliun atau tumbuh 23,97 persen secara tahunan. Dari sisi kualitas kredit, rasio LaR membaik menjadi 24,55 persen. Tapi rasio kredit bermasalah atau NPL masih relatif tinggi, yakni 10,32 persen.
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.