Orang tua berperan batasi gawai anak di rumah - ANTARA News Bali
Buleleng, Bali (ANTARA) - Dewan Pendidikan Kabupaten Buleleng mengimbau para orang tua agar membatasi anak menggunakan gawai di rumah sebagai upaya melindungi tumbuh kembang anak sekaligus membentuk karakter yang sehat di era digital.
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Buleleng I Made Sedana di Singaraja, Kamis, mengatakan pembatasan penggunaan gawai tidak cukup diterapkan di lingkungan sekolah sesuai edaran Kemendikdasmen, tetapi harus dimulai dari rumah melalui pengawasan dan keteladanan orang tua.
Rumah, kata dia, merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Untuk itu, orang tua memiliki peran penting dalam mengatur penggunaan gawai agar anak tidak mengalami ketergantungan terhadap perangkat digital.
Menurut dia, penggunaan gawai yang tidak terkendali dapat mengurangi interaksi sosial anak dengan keluarga, mengganggu konsentrasi belajar, hingga mempengaruhi kesehatan fisik dan mental apabila tidak disertai pendampingan yang memadai.
Sedana juga menilai momentum Hari Anak Nasional menjadi pengingat bagi seluruh pihak bahwa perlindungan anak tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan hak pendidikan dan kesehatan, tetapi juga menciptakan lingkungan digital yang aman dan sehat.
Oleh karena itu, pihaknya mengajak orang tua membangun kebiasaan positif di rumah, seperti menetapkan waktu bebas gawai saat makan bersama, beribadah, belajar, maupun menjelang waktu tidur.
Selain membatasi durasi penggunaan perangkat digital, lanjut dia, orang tua juga perlu memilih konten yang sesuai dengan usia anak serta meningkatkan komunikasi agar anak tidak menjadikan gawai sebagai satu-satunya sarana hiburan.
"Dunia digital tidak bisa dihindari, tetapi harus dikelola dengan bijak. Pendampingan orang tua menjadi kunci agar anak mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar dan mengembangkan kreativitas, bukan sebaliknya," ujarnya.
Ia juga mendorong adanya sinergi antara keluarga, satuan pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun budaya literasi digital yang sehat sehingga anak dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi.
Menurut Sedana, pembatasan penggunaan gawai bukan berarti menjauhkan anak dari perkembangan teknologi, melainkan mengarahkan pemanfaatannya secara proporsional agar memberikan manfaat bagi proses belajar, pengembangan potensi, dan pembentukan karakter anak.
Pewarta: Rolandus Nampu/IMBA Purnomo
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.