Otorita IKN: Kebakaran Hutan Jauh dari Kawasan Inti Pemerintahan
Liputan6.com, Jakarta - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memastikan sejumlah titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berada dalam delineasi IKN berjarak cukup jauh dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Titik kebakaran terdekat berada sekitar 30-40 kilometer dari KIPP. Penanganan terus dilakukan melalui pemadaman dari darat dan udara untuk mencegah api meluas.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis H. Sumadilaga, mengatakan sejumlah titik karhutla memang masih berada dalam delineasi IKN. Namun, lokasi tersebut secara geografis cukup jauh dari kawasan inti pemerintahan.
"Jarak titik yang paling dekat dengan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN sekitar 30–40 kilometer. Memang masih masuk dalam delineasi IKN, tetapi secara jarak cukup jauh dari kawasan inti," jelas Danis dikutip dari siaran persnya, Kamis (10/9/2026).
Menurut Danis, penanganan terus diperkuat sebagai langkah pencegahan agar kebakaran tidak berkembang dan meluas ke wilayah lain.
"Jadi, apa yang kita lakukan ini betul-betul merupakan tindakan preventif. Jangan sampai kebakaran tersebut berkembang menjadi lebih jauh," ujarnya.
Danis juga meluruskan informasi mengenai area terdampak karhutla yang mencapai 458 hektare. Angka tersebut, kata dia, tidak menunjukkan seluruh luasan lahan terbakar karena di dalam area tersebut terdapat sejumlah titik api.
"458 hektare itu adalah area yang terdampak. Di area tersebut ada titik-titik yang terbakar, jadi tidak seluruhnya terbakar. Yang terbakar sebenarnya kurang dari itu karena merupakan titik-titik api," jelas Danis.
Dalam beberapa hari terakhir, titik api di sejumlah lokasi dilaporkan telah berkurang. Dua wilayah yang menjadi perhatian utama saat ini berada di Bukit Tengkorak dan Wonotirto.
Pada Selasa (8/9/2026) pagi, tim kembali menemukan titik api di Tol Balikpapan-Samarinda Kilometer 31. Titik tersebut langsung ditangani tim gabungan yang terdiri atas Otorita IKN, TNI, Polri, dan Jasa Marga. Pemadaman dari udara juga dilakukan melalui water bombing oleh TNI AU.