Program TJSL tersebut dijalankan di sejumlah wilayah operasional perusahaan dengan mengacu pada arahan Danantara, Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), serta Menteri Pertanian.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan, perusahaan tidak ingin program TJSL berhenti pada pemberian bantuan sesaat. Menurut dia, program diarahkan agar memberikan manfaat langsung sekaligus memiliki dampak yang bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Baca Juga: PTPN IV PalmCo Dorong Harmonisasi Operasional di Sumbar

"Fokus kami bukan sekadar menyalurkan bantuan, melainkan memastikan program yang dieksekusi memiliki jejak keberlanjutan untuk membantu memerdekakan masyarakat dari berbagai tantangan sosial," ujar Jatmiko, Sabtu (15/8/2026).

Menurut Jatmiko, sejumlah fokus program tersebut mencakup penanganan pascabencana, percepatan penurunan stunting, penguatan kapasitas UMKM, pemulihan lingkungan, serta pembangunan sarana dan prasarana masyarakat.

Salah satu program yang dijalankan PTPN IV PalmCo menyasar masyarakat terdampak banjir dan longsor di Aceh serta Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Pada tahap tanggap darurat, perusahaan mengerahkan sejumlah alat berat, termasuk ekskavator, untuk membantu proses evakuasi dan normalisasi wilayah terdampak bencana.

Dukungan kemudian berlanjut pada tahap pemulihan. PTPN IV PalmCo menyediakan lahan untuk pembangunan hunian sementara maupun hunian tetap bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.

Di Hapesong, lahan disiapkan di lima titik. Dua titik di antaranya telah siap dan ditempati warga, sementara tiga titik lainnya masih dalam proses pembangunan.

Sementara di Batang Toru, lahan disiapkan di satu titik dengan kapasitas 250 unit hunian. Hingga saat ini, sebanyak 245 kepala keluarga telah menempati hunian tersebut.

Pemulihan masyarakat terdampak bencana juga tidak hanya diarahkan pada aspek fisik. PTPN IV PalmCo menggandeng Yayasan Pulih untuk menjalankan program Pondok Rangkul atau Respon Aksi Nyata Gerakan Peduli.

Program tersebut mencakup pendampingan psikososial, trauma healing, serta dukungan logistik bagi masyarakat terdampak bencana.

"Pemulihan pascabencana harus berjalan beriringan dengan pemulihan psikologis masyarakat. Melalui Pondok Rangkul, kami berupaya hadir secara holistik untuk membantu warga kembali bangkit dari sisi mental dan psikososial," kata Jatmiko.

Di sektor kesehatan, penurunan prevalensi stunting menjadi salah satu fokus PTPN IV PalmCo sejak penggabungan perusahaan pada 2023.

Intervensi dilakukan di sejumlah daerah, salah satunya Desa Sei Bamban, Sumatera Utara. Perusahaan juga berkolaborasi dengan sejumlah institusi vertikal melalui program Adhyaksa Peduli Stunting di Jambi dan Aceh.

Salah satu bentuk intervensi dilakukan melalui pemberian makanan tambahan (PMT). Pada semester I-2026, program tersebut menjangkau 597 anak dan 15 ibu hamil.

Penanganan stunting juga dilakukan dengan memperbaiki kondisi lingkungan tempat tinggal keluarga yang berisiko. Sepanjang paruh pertama 2026, PTPN IV PalmCo membantu memperbaiki sembilan jamban sehat, melaksanakan satu program bedah rumah, serta menyediakan fasilitas air bersih melalui pembangunan sumur bor di lingkungan pedesaan.

Dengan pendekatan tersebut, penanganan stunting tidak hanya diarahkan pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga menyentuh aspek sanitasi, kualitas hunian, dan ketersediaan air bersih yang turut memengaruhi tumbuh kembang anak.

Program TJSL PalmCo juga diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM dan kelompok usaha.

Salah satunya dilakukan melalui pendampingan terhadap kelompok perajin pandai besi. Dukungan diberikan dari sisi legalitas koperasi, pengadaan mesin produksi dan alat pelindung diri, hingga pembiayaan studi banding untuk meningkatkan kapasitas usaha.

Salah satu koperasi yang mendapatkan pendampingan tersebut adalah Koperasi Melati Jaya Steel.

Baca Juga: Kabut Asap Mulai Selimuti Kalimantan, PTPN IV Perketat Mitigasi Karhutla

Selain itu, PTPN IV PalmCo mendukung operasional dan program inkubasi di sejumlah Rumah BUMN, di antaranya di Medan, Pabatu, Batu Bara, dan Jambi.

Pelaku usaha yang mengikuti program tersebut mendapatkan berbagai pelatihan, termasuk pemasaran digital dan pemanfaatan platform perdagangan elektronik.

"Untuk menciptakan ekosistem UMKM yang mandiri dan merdeka secara ekonomi, pendekatannya harus dari hulu ke hilir. Kami memfasilitasi legalitasnya, memperbarui alat produksinya, dan membekali mereka dengan pengetahuan membaca pasar digital," ujar Jatmiko.

Sedangkan di bidang lingkungan, PTPN IV PalmCo meningkatkan penanaman pohon sebagai bagian dari upaya menjaga tutupan lahan, memperkuat sumber resapan air, sekaligus mendukung peta jalan dekarbonisasi perusahaan.

Penanaman pohon produktif dan pohon peneduh dilakukan di sejumlah wilayah operasional perusahaan, termasuk dalam rangka memperingati Hari Bumi pada April 2026.

Data perusahaan menunjukkan jumlah pohon yang ditanam terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024, sebanyak 8.750 pohon ditanam. Jumlah itu meningkat menjadi 17.500 pohon pada 2025.

Sementara hingga pertengahan 2026, jumlah pohon yang ditanam telah mencapai 50.305 pohon.

Dengan demikian, total pohon yang ditanam PTPN IV PalmCo sepanjang 2024 hingga pertengahan 2026 mencapai 76.555 pohon.

"Jumlah pohon yang terus kami tambah setiap tahunnya, hingga mencapai lebih dari 76 ribu pohon, adalah langkah konkret melihat kondisi cuaca dan lingkungan yang semakin tidak menentu," kata Jatmiko.

Selain program lingkungan, dana TJSL juga dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Bentuknya antara lain pembangunan dan renovasi fasilitas ibadah, pengerasan dan pengaspalan jalan desa, perbaikan jembatan penghubung antardusun, serta penyediaan sarana pendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah dasar dan menengah.

PTPN IV PalmCo menyatakan efektivitas seluruh program yang telah berjalan selama semester I-2026 akan menjadi bahan evaluasi untuk penyusunan program TJSL pada semester berikutnya.

Jatmiko mengatakan posisi perusahaan yang banyak beroperasi di wilayah pedesaan membuat hubungan dengan masyarakat sekitar menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha.

"Kami menyadari operasional PTPN IV PalmCo bersinggungan langsung dengan masyarakat pedesaan. Oleh karena itu, momentum kemerdekaan ini menjadi pendorong bagi kami untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, penegak hukum, lembaga sosial, dan masyarakat," ujarnya.

Melalui program tersebut, PalmCo menargetkan TJSL tidak berhenti sebagai bantuan jangka pendek. Program diarahkan untuk memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kondisi lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.