Pariwisata berbasis hutan Kaltim angkat pendapatan warga lokal - ANTARA News Kalimantan Timur
Pemanfaatan ekowisata alam ini memberikan kesempatan bagi warga setempat untuk mengelola lingkungan pelestarian sekaligus mendapatkan penghasilan tambahan
Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengoptimalkan potensi pariwisata berbasis perhutanan sosial untuk mengangkat pendapatan dan roda ekonomi masyarakat sekitar hutan.
"Pemanfaatan ekowisata alam ini memberikan kesempatan bagi warga setempat untuk mengelola lingkungan pelestarian sekaligus mendapatkan penghasilan tambahan," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kehutanan Kaltim Rusmadi di Samarinda, Minggu.
Salah satu implementasi program perhutanan sosial tersebut kini dapat dibuktikan melalui pengembangan pariwisata di kawasan Hutan Lindung Sungai Manggar, Kota Balikpapan.
Inisiatif kelompok usaha warga setempat berhasil menyulap area konservasi menjadi destinasi wisata terpadu yang menawarkan fasilitas area berkemah, edukasi lebah kelulut, hingga rekreasi perahu air.
"Kreativitas masyarakat mengelola potensi kawasan lindung ini membuktikan bahwa penjagaan kelestarian alam dan peningkatan kesejahteraan ekonomi warga bisa berjalan beriringan secara harmonis," ujar Rusmadi.
Pengembangan sektor ekowisata alam tersebut kian berdampak terukur bagi perputaran uang warga sekitar hutan setelah merintis pembukaan pusat kuliner usaha mikro bernama Pasar Senggol Meranti.
Berdasarkan data catatan transaksi perputaran ekonomi mingguan, setiap lapak pedagang lokal meraup pendapatan bersih sekitar Rp300 ribu berkat tingkat kunjungan delapan ratusan wisatawan.
"Hadirnya atraksi pariwisata ramah lingkungan semacam ini sukses membuka lapangan kerja baru bagi penduduk sekitar tanpa harus merusak dan mengeksploitasi kelestarian ekosistem," tuturnya.
Kesuksesan pemberdayaan serupa turut merambah hingga kawasan pedalaman terisolir melalui pengembangan pesona atraksi uji nyali susur jeram dan arus sungai di wilayah Kabupaten Mahakam Ulu.
Pemanfaatan eksotisme jalur perairan yang membelah hutan hujan tropis tersebut mendorong warga lokal Dayak untuk secara aktif membaur sebagai pemandu wisata dan penyedia perahu tradisional.
"Pendekatan wisata terintegrasi ini menjadi daya tarik unggulan daerah yang berdampak langsung pada perbaikan taraf kemandirian ekonomi komunitas adat pedalaman setempat," ucap Rusmadi.
Dukungan pemerintah daerah terus disalurkan melalui pemantapan fasilitas dasar hingga promosi agar masyarakat makin mantap mengembangkan usahanya secara jauh lebih profesional.
Kemandirian ekonomi yang lahir dari kekayaan alam ini diyakini pihaknya mampu meredam laju kerusakan lingkungan karena warga desa kini bertindak sebagai garda terdepan pelindung ekosistem.
"Ketika alam liar sudah memberikan jaminan kesejahteraan yang merata, kesadaran publik untuk menjaga aset hutan akan terbangun dengan kuat dan mengakar," kata Rusmadi.
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.