Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:18 WIB

Jakarta, VIVA – Pasar mobil Indonesia masih mencatat pertumbuhan penjualan sepanjang Januari-Juli 2026. Namun, tidak semua merek menikmati tren positif tersebut karena sejumlah pemain justru mengalami penurunan penjualan cukup dalam dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga

Berdasarkan data retail sales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dilihat VIVA Otomotif Selasa 18 Agustus 2026, penjualan mobil nasional Januari-Juli 2026 mencapai 511.514 unit. Angka tersebut meningkat 12,3 persen dibandingkan periode yang sama 2025 yang berada di level 455.667 unit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah pertumbuhan pasar tersebut, Nissan menjadi merek mobil dengan penurunan persentase paling dalam. Penjualan retail Nissan turun 65 persen, dari 658 unit pada Januari-Juli 2025 menjadi hanya 230 unit pada periode yang sama tahun ini.

Baca Juga

Denza menempati posisi berikutnya dengan penurunan 57 persen. Merek yang berada di bawah BYD ini mencatat penjualan 2.386 unit sepanjang tujuh bulan pertama 2026, turun dari 5.547 unit pada periode yang sama tahun lalu.

Subaru juga mengalami penurunan cukup besar, yakni 39,6 persen. Penjualannya menyusut dari 154 unit pada Januari-Juli 2025 menjadi 93 unit pada Januari-Juli 2026.

Baca Juga

Volvo Cars berada di posisi berikutnya dengan penurunan 38,7 persen. Penjualan merek tersebut turun dari 62 unit pada tujuh bulan pertama 2025 menjadi 38 unit pada periode yang sama 2026.

Honda menjadi merek dengan penurunan paling besar jika dihitung berdasarkan jumlah unit di antara lima nama tersebut. Penjualan retail Honda merosot 37,7 persen, dari 44.196 unit pada Januari-Juli 2025 menjadi 27.554 unit pada tahun ini, atau berkurang 16.642 unit.

Penurunan Honda cukup mencolok karena terjadi ketika sejumlah merek justru mampu meningkatkan penjualan. Pada periode yang sama, Toyota tumbuh 2,6 persen menjadi 150.933 unit, sementara Daihatsu naik 9 persen menjadi 84.959 unit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

BYD bahkan mencatat pertumbuhan yang jauh lebih tinggi. Penjualan retail merek asal China tersebut melonjak 72 persen, dari 16.532 unit menjadi 28.428 unit sepanjang Januari-Juli 2026.

Data tersebut memperlihatkan perubahan persaingan di pasar otomotif nasional. Ketika total pasar tumbuh, performa masing-masing merek tetap berbeda, dengan sebagian pemain mampu meningkatkan volume secara signifikan sementara lainnya justru kehilangan penjualan.

Mobil Listrik Volvo Terbaru

5 Merek Mobil yang Kurang Beruntung di Juli 2026

Meski pasar secara keseluruhan tumbuh, tidak semua merek menikmati kondisi yang sama. Sejumlah merek justru hanya mencatat penjualan satu digit, bahkan ada yang tidak mem

VIVA.co.id

18 Agustus 2026