Bagikan:

JAKARTA - Pemimpin Gereja Katolik se-dunia Paus Leo XIV pada Hari Minggu memperbarui seruannya yang mendesak perdamaian di Tanah Suci dan di seluruh Timur Tengah selama Doa Angelus di Castel Gandolfo, menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya kekerasan dan menyerukan untuk segera kembali ke dialog.

"Saya terus mengikuti dengan keprihatinan mendalam kekerasan yang sedang berlangsung dan meningkat di Tanah Suci," kata Paus, mencatat "banyak warga sipil baru-baru ini menjadi korban, baik di Tepi Barat maupun di Gaza," melansir WAFA (27/7).

Lebih lanjut Paus Leo menyerukan "kembali ke perundingan yang bertujuan untuk mencapai solusi politik yang adil, yang didasarkan pada martabat dan hak yang sama dari setiap manusia, dan untuk menolak tindakan militer lebih lanjut dan keputusan sepihak, khususnya yang melanggar penghormatan yang seharusnya diberikan kepada dan status quo dari tempat-tempat suci setiap agama."

"Saya mendesak semua pihak yang terlibat untuk menangguhkan serangan mereka dan segera membuka kembali jalan dialog dan diplomasi, sehingga perdamaian yang sangat diinginkan oleh seluruh wilayah dapat dicapai tanpa penundaan," seru Paus Leo.

Diketahui, Israel terus melancarkan serangan di Jalur Gaza meski ada gencatan senjata yang disepakati pada Bulan Oktober tahun lalu, sementara kekerasan pemukim Israel yang didukung otoritas pendudukan di wilayah Tepi Barat yang diduduki juga mengalami peningkatan.

Jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza telah meningkat menjadi 73.326, dengan 173.997 warga Palestina terluka, sejak 7 Oktober 2023, menurut sumber medis di Gaza.

Mereka menambahkan, jumlah warga Palestina yang tewas sejak gencatan senjata berlaku pada 11 Oktober telah mencapai 1.200, sementara jumlah korban luka telah meningkat menjadi 3.888.

BACA JUGA:


Sementara itu, eskalasi meningkat di Timur Tengah, menyusul serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Tehran dan sejumlah kota di Iran pada 28 Februari. Itu dibalas dengan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas terkait AS di negara tetangga Timur Tengah, diikuti dengan kontrol ketat terhadap lalu lintas di Selat Hormuz.

AS-Iran menyepakati gencatan senjata pada Bulan April, sebelum kemudian menyepakati Nota Kesepahaman pada Bulan Juni yang ditandatangani Presiden Donald Trump dan Presiden Masoud Pezeshkian, disusul dengan Lake Lucerne Summit di Swiss tiga hari setelahnya pada 21 Juni.

Bulan ini, Negeri Paman Sam dan Negeri Para Mullah kembali saling serang, terkait dengan serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+

Populer

Jakarta Cerah, Bogor Sejuk, Bekasi Terpanas! Ini Prakiraan Cuaca Jabodetabek Senin 27 Juli

27 Juli 2026, 06:25

Kelompok Pria Berikat Kepala Merah Ditangkap Pascabentrokan di Matraman Dalam

27 Juli 2026, 11:24

Bordeaux di Prancis Terancam Dilalap Si Jago Merah, Walkotnya Ogah Evakuasi Warga

27 Juli 2026, 01:02

Sekjen PBB Desak Pencabutan Segera Semua Sanksi Terhadap Suriah

27 Juli 2026, 08:15

Malaysia Tahan Pekerja Migran Indonesia Ibu Bocah 5 Tahun yang Tewas dengan Luka Memar

27 Juli 2026, 03:14