PDAM Tirta Raharja Bandung upayakan layanan tetap lancar di musim kemarau - ANTARA News Jawa Barat
Bandung (ANTARA) - Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Raharja Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengoptimalkan pengelolaan jaringan perpipaan untuk menjaga distribusi air bersih bagi sekitar 95-96 ribu pelanggan tetap lancar di tengah penurunan debit air baku selama musim kemarau.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Raharja Teddy Setiabudi di Cimahi, Rabu, mengatakan bahwa langkah tersebut ditempuh setelah kapasitas air baku mulai turun 10–20 persen akibat kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino.
"Sekarang masih dalam kondisi penurunannya yang relatif masih bisa kita kendalikan. Aktivitas yang kita lakukan adalah bagaimana mekanisme manajemen pengelolaan di jaringan perpipaan maupun pengaturan pembagian airnya," katanya.
Ia mengatakan Perumda Tirta Raharja memiliki kapasitas produksi sekitar 1.100-1.200 liter per detik untuk melayani sekitar 95-96 ribu sambungan pelanggan di Kabupaten Bandung.
Saat ini, sekitar 20-25 persen atau sekitar 24 ribu pelanggan mulai terdampak penurunan debit air dengan wilayah meliputi Ciwidey, Soreang, Pangalengan, Banjaran, Ciparay, Majalaya, Bojongsoang, Dayeuhkolot, Solokanjeruk, Rancaekek dan Cicalengka.
Menurut Teddy, pengaturan jaringan menjadi strategi utama agar pasokan tetap menjangkau pelanggan. Distribusi disesuaikan dengan kemampuan sumber air sebelum menerapkan langkah mitigasi yang lebih luas.
"Bila penurunan kapasitas air mencapai lebih dari 50 persen, kita tidak paksakan semuanya dialirkan. Yang mampu dilayani melalui jaringan perpipaan kita optimalkan, sisanya ditangani dengan mekanisme lain," ujarnya.
Ia menjelaskan pada 2023 penurunan debit air baku sempat mencapai 55 persen sehingga perusahaan hanya mampu melayani sekitar 50 ribu pelanggan melalui jaringan perpipaan. Sisanya dilayani menggunakan skema distribusi alternatif.
Sebagai langkah pendukung, Perumda Tirta Raharja menyiagakan empat mobil tangki yang mampu melakukan lima hingga enam rit per hari dengan layanan penanganan selama 24 jam dan dapat ditambah sesuai kebutuhan.
"Kalau memang dibutuhkan, Perumda bisa menambah mobil sesuai kebutuhan pelanggan. Yang penting kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi," kata Teddy.
Teddy menambahkan perusahaan terus memantau perkembangan penurunan debit air baku selama musim kemarau dengan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kecamatan, desa, hingga RT/RW juga diperkuat agar penyesuaian distribusi air dapat dilakukan lebih cepat sesuai kondisi di lapangan.
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.