Jakarta (ANTARA) - Sejumlah isu, mulai dari kesehatan mental hingga mitigasi bencana, menjadi fokus pembahasan para pejabat senior dari negara dan wilayah anggota Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) dalam serangkaian pertemuan di Dalian, China, pada 17-28 Agustus.

Terdapat sekitar 130 agenda pertemuan, lokakarya, dan dialog yang dijadwalkan berlangsung dalam rangkaian Third APEC Senior Officials’ Meeting (SOM) and Related Meetings di Dalian tersebut.

"Tantangan yang dihadapi kawasan kita saat ini semakin saling terkait, begitu pula dengan respons yang harus diberikan oleh APEC," ujar Direktur Eksekutif Sekretariat APEC Eduardo Pedrosa dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.

Ia menuturkan, kawasan Asia-Pasifik saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan akibat gangguan rantai pasok, disrupsi teknologi, hingga anomali cuaca ekstrem.

Baca juga: Diplomasi China sebagai tuan rumah KTT G20 hingga APEC Shenzhen

Rangkaian diskusi dalam Third APEC SOM and Related Meetings akan menitikberatkan pada upaya memperkuat ketangguhan kawasan, meningkatkan produktivitas, serta memperluas peluang ekonomi di seluruh wilayah Asia-Pasifik.

Para delegasi akan membahas bagaimana inovasi dan pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dapat menjadi solusi untuk mendongkrak daya saing bisnis dan menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Pertemuan tersebut juga akan mendorong penerapan standar teknologi yang terintegrasi (interoperable standards) guna memberikan rasa aman bagi pelaku usaha dalam mengadopsi teknologi baru, sekaligus memperdalam integrasi ekonomi antarnegara anggota.

Selain itu, untuk menyikapi frekuensi cuaca ekstrem yang terus meningkat, kesiapsiagaan bencana turut menjadi salah satu fokus pembahasan, terutama terkait pengembangan sistem peringatan dini dan manajemen tanggap darurat guna membantu masyarakat agar lebih siap menghadapi bencana alam.

Baca juga: Indonesia ajak anggota APEC bergabung dalam World Mangrove Center

Pertemuan di Dalian tersebut juga mendorong adopsi teknologi pertanian mutakhir, seperti pertanian presisi (precision farming) dan pembiakan berbasis bioteknologi, untuk mengamankan rantai pasok bahan pangan yang rentan terhadap gangguan pertumbuhan.

Dalam bidang kesehatan, seiring dengan fenomena populasi yang kian menua (aging population) di sebagian besar kawasan Asia-Pasifik, para delegasi akan membahas mengenai potensi pemanfaatan kecerdasan buatan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, termasuk penanganan kesehatan mental.

“Seluruh hasil rumusan ini akan menjadi landasan bagi pembahasan yang lebih besar pada Pekan Pemimpin Ekonomi APEC (APEC Economic Leaders’ Week) pada bulan November mendatang,” kata Eduardo.

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.