Pekalongan optimalkan hasil produksi pertanian jaga ketahanan pangan
Pekalongan optimalkan hasil produksi pertanian jaga ketahanan pangan
Selasa, 14 Juli 2026 14:41 WIB
Pemkot Pekalongan melakukan panen padi biosalin perdana dengan memanfaatkan lahan bekas rob di Pekalongan,. belum lama ini. ANTARA/Kutnadi
Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mengoptimalkan hasil produksi pertanian melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan), peningkatan luas tambah tanam, serta pendampingan kepada petani agar produksi pangan tetap terjaga sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan Lili Sulistyawati di Pekalongan, Selasa, mengatakan berdasarkan data Badan Pertanahan Nasional akhir tahun 2025 tercatat luas baku sawah (LBS) tercatat seluas 774,8 hektare.
"Sesuai amanat Peraturan Presiden tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), pemerintah daerah didorong menetapkan lahan pertanian pangan berkelanjutan sebesar 87 persen dari luas baku sawah," katanya.
Ia mengaku sebagai daerah perkotaan, Kota Pekalongan memiliki keterbatasan lahan pertanian.
Namun, kata dia, kondisi tersebut tidak menyurutkan komitmen pemerintah untuk terus mendorong petani mengoptimalkan lahan yang tersedia agar mampu meningkatkan hasil produksi dan produktivitas pertanian.
"Melalui pemanfaatan alsintan ini, kami terus upaya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian di tengah keterbatasan lahan sawah yang dimiliki," katanya.
Ia mengatakan dukungan pemanfaatan alat dan mesin pertanian yang diberikan oleh kelompok petani dari Kementerian Pertanian berupa dua unit combine harvester dan enam unit pompa air belum lama ini menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan dan mempercepat proses budi daya.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.